Ibu kota Kekaisaran Cangwu benar-benar telah menjadi lautan kekacauan. Asap hitam membubung tebal menutupi langit sore. Mayat-mayat prajurit bergelimpangan di jalanan berbatu pualam, sisa-sisa pertempuran berdarah antara Pasukan Penjaga Ibu Kota dan sisa loyalis Putra Mahkota.Ling Jingyuan, yang beberapa hari lalu melarikan diri, ternyata melakukan serangan bunuh diri. Dengan sisa ribuan pasukan bayarannya, ia memanfaatkan ditariknya sebagian besar pasukan kaisar ke perbatasan selatan untuk menerobos masuk kembali ke jantung ibu kota. Ia tahu, jika ia hanya bersembunyi di luar, ia akan mati kelaparan sebagai buronan. Satu-satunya jalan adalah memenggal kepala ayahnya dan merebut takhta dengan paksa.Kini, Jingyuan berdiri di tengah Aula Naga Emas, pusat kekuasaan tertinggi Kekaisaran Cangwu.Napasnya terengah-engah, seragam sutra emasnya robek dan berlumuran darah, baik darah musuh maupun darahnya sendiri. Di sekelilingnya, puluhan pengawal elitnya yang tersisa menodongkan pedang
Baca selengkapnya