Akhirnya jari-jarinya mulai memijat bahu Kenzo melalui kemeja putihnya, perlahan dengan lembut bergerak melingkar dengan gerakan sangat lambat, dalam, tekanan yang pas hingga terasa seperti aliran air hangat yang meresap ke otot. Setiap lingkaran membuat otot Kenzo secara tidak sadar melemas sedikit demi sedikit, tapi juga membangkitkan panas yang nyebar dari bahu ke dada, ke perut, ke bawah. Aroma aftershave Kenzo—kayu cedar segar dan maskulin—bercampur dengan cendana Hanna, menciptakan kabut yang bikin kepala ringan, tubuh ingin lebih dekat, lebih dalam. Hanna merasakan sesuatu yang berbeda: otot Kenzo keras tapi responsif, setiap kali jarinya menekan, dia bisa rasain denyut halus di bawah kulit—seperti tubuh ini haus disentuh tapi belum pernah benar-benar dirasakan dengan sabar. "Kulit kamu... hangat sekali," gumamnya, suaranya mendesah pelan tanpa sengaja, napasnya tersengal kecil. "Dan kencang banget... sepertinya kamu puny banyak energi di sini... energi yang ingin keluar."
Last Updated : 2026-02-16 Read more