Ketika Nadia kembali ke lorong penginapan itu sambil menggiring dua petugas polisi di belakangnya, yang tersisa hanyalah koridor kosong dan pintu kamar yang terbuka lebar.Tidak ada siapa pun di dalam.Nadia berdiri di ambang pintu, menatap ruangan yang sudah berantakan itu tanpa ekspresi, lalu melirik ke dua petugas yang menunggunya dengan sabar. Tidak ada yang bisa dia perbuat selain menghela napas panjang, minta maaf, dan mengantarkan mereka kembali turun.**Sementara itu, di bawah sinar matahari siang yang mulai condong ke barat, dua sosok berjalan berdampingan di trotoar yang cukup ramai. Dari luar tidak ada yang mencurigakan dari keduanya. Tidak ada yang akan menyangka bahwa salah satunya baru saja bangkit dari meridian yang hampir hancur total, dan yang satunya masih sesekali mengelus pipi yang baru ditampar beberapa waktu lalu."Pelatih, kamu itu orangnya kenapa bisa sampai dipecat?" Ryan melirik ke
Leer más