Hannah tidak bergerak.Tangannya masih menopang kepala Mina, satu tangan di bawah tengkuk, satu tangan lagi memastikan dada gadis itu masih naik turun dengan teratur. Darah di lengan bajunya sudah mengering, menempel di kain seperti cat tua. Tapi matanya tidak bisa bergeser dari satu titik.Punggung Ryan Hendrikson, di tengah lapangan itu.Hannah mempererat pelukannya. 'Kakak ipar datang, Kak Mina.'Ia sudah tahu Ryan bukan orang biasa. Sejak malam di arena balap gelap, ketika pria itu membungkam Victor tanpa keringat satu pun dan tanpa ekspresi berubah, Hannah sudah merasakan ada sesuatu yang disembunyikan. Di balik kebiasaan tidur di sofa, kebiasaan mengulur rokok, dan tampang paling santai di dunia. Seperti pria yang tidak punya urusan dengan siapapun dan tidak berniat punya.Tidak pernah sekalipun ia membayangkan ini.Punggung itu tidak lebar berlebihan. Tidak ada ap
Read more