Ryan memutar kepalanya ke arah Wanda dengan gerakan yang lambat dan tidak terburu-buru. Matanya menyapu dari atas ke bawah sekali, seperti orang yang sedang membaca label di rak supermarket. "Kepala Seksi Wanda Mills." Ia sudah membaca papan nama di meja tadi. "Departemen Penjualan." "Nah, kalau sudah tahu, cepat keluar sebelum aku hubungi atasan langsung!" "Sebentar." Ryan memasukkan satu tangan ke saku. "Sebelum itu, ada satu hal yang perlu aku sampaikan." Wanda mengerutkan dahi. "Apa?" "Peraturan karyawan Thornfield Group, Pasal 234." Ryan menyebut angka itu dengan nada yang sama seperti orang menyebut nomor kamar hotel. "Larangan penghinaan terhadap karyawan oleh atasan, mencakup tindakan fisik dan verbal. Pelanggaran ringan berujung pemotongan bonus akhir tahun. Pelanggaran berat bisa berakhir dengan pemutusan kontrak." Wanda membuka mulutnya. Lalu menutupnya lagi. "Aku tidak menyalahkan Kepala Seksi Wanda karena tidak hafal seluruh isinya," Ryan melanjutkan dengan nad
Read more