Ryan menghabiskan rokoknya di dekat tangga darurat, membuang puntungnya ke tempat sampah, lalu berjalan kembali ke area latihan dengan langkah yang tidak terburu-buru. Scarlett sudah menunggunya di dekat pintu. Stopwatch di tangan, ekspresi tidak berubah. "Dua putaran ekstra," katanya tanpa menoleh. "Siap, Kapten." Ryan bergabung ke barisan yang sedang istirahat, mengambil botol air dari rak, dan meneguk beberapa kali sebelum peluit Scarlett berbunyi lagi. ** Setelah sesi selesai dan sebagian besar satpam sudah berpencar, Ryan tidak langsung pergi. Dia berdiri di dekat tembok, menyeka keringat dengan handuk kecil, mengamati Scarlett yang membaca catatannya di sudut ruangan. "Kapten." Scarlett mendongak. "Apa." "Hidup saya ini sudah baik belum, menurut Kapten?" Scarlett menutup catatannya. Dia menatap Ryan sebentar seperti sedang mempertimbangkan apakah pertanyaan itu layak dijawab. "Hendrikson, kamu itu aneh." "Banyak yang bilang begitu." "Bukan pujian." "Aku tahu." Rya
Читайте больше