Sophie tidak terjatuh karena rem bus. Ryan tahu itu begitu tangannya menyentuh bahunya. Sudut jatuhnya salah. Rem tadi tidak sekeras itu, cukup untuk mendorong orang ke depan, bukan ke belakang dan ke samping. Dan kalau pun rem sekeras itu, refleks seseorang yang jatuh biasanya menjulurkan tangan ke depan, bukan menyandar ke belakang. Tapi Sophie bergerak ke belakang dan ke kanan, persis ke arah di mana Ryan berdiri. Ryan menangkap bahunya dengan satu tangan, menahan, lalu melepaskan begitu Sophie sudah stabil. "Sophie, pegang besi di atas." Nadanya datar. Tidak ada apa-apanya. Tidak hangat, tidak dingin. Hanya instruksi praktis dari seseorang yang kebetulan ada di dekatnya saat dia hampir jatuh. Sophie menegakkan diri dan menggenggam besi pegangan di atas kepalanya. Pipinya lebih merah dari tadi, tapi kali ini bukan karena senang. Ryan sudah berpaling ke depan lagi. Sophie menatap sisi wajahnya dua detik. Rahang Ryan tidak berubah. Matanya ke depan. Tidak ada senyum, t
더 보기