Isabella merogoh saku dan mengeluarkan kartu banknya dengan ekspresi orang yang sudah tahu ini keputusan yang tidak sepenuhnya ia setujui. "Ada empat puluh miliar di sini." "Tapi yang aku pinjamkan cuma dua puluh miliar, Paman. Jelas ya." Sebelum kalimat itu selesai, kartu banknya sudah berpindah tangan. Isabella menutup wajahnya dengan satu tangan, menghela napas yang sangat panjang untuk ukuran seseorang seusianya. Kemudian ia berbalik ke Ryan dengan ekspresi meminta maaf yang tulus. "Tuan Hartono, ini Paman Ketigaku, Sebastian Kristian. Yang Kakek sudah ceritakan sebelumnya." Sebastian mengangguk ke arah Ryan dengan cara orang yang sedang sangat sibuk tapi tidak mau terlihat tidak sopan. "Master Hartono, duduk dulu di pinggir sebentar. Begitu aku habisi bajingan Leonardo itu, kita minum bareng." Ryan tersenyum dan mengangguk. Dalam hatinya ia mendapati bahwa Sebastian memang mewarisi sesuatu dari Viktor, cara bicara yang langsung dan berapi-api tanpa terlalu banyak kalkulasi
Read more