"Kak Ryan, maaf." Suaranya pecah di suku kata terakhir. "Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak seharusnya bersikap seperti itu kepadamu selama ini..." Tangisnya tumpah sekaligus. Semua yang selama ini dia simpan rapi di balik sikap terkendali dan wajah yang tidak pernah memperlihatkan rasa bersalah, sekarang runtuh dalam satu malam. Dia ingat bagaimana ibunya, Margareth, selalu berbicara buruk tentang keluarga Ryan sejak dia kecil. Pengaruh itu meresap terlalu dalam, terlalu lama, hingga Wendy tidak pernah mempertanyakannya bahkan sekali pun. Maka ketika Ryan dan pamannya Hendrik Hartono datang berkunjung, yang pertama kali menyala di benaknya adalah: mereka pasti mau pinjam uang. Rasa muak itu sudah ada sebelum satu kata pun terucap. Ayahnya, Victor Hartono, dengan niat baik mencarikan pekerjaan untuk Ryan. Dan Wendy membiarkan Ricardo dan yang lainnya menjadikan Ryan sasaran sehari-hari, mendukung itu semua dengan diamnya, dengan ketidakpeduliannya yang dia kira netral tapi s
Read more