Di penerbangan menuju Metropolitan Alexandris.Ryan duduk di kursi lorong, layar ponselnya menyala.Setengah jam terakhir dia habiskan membaca informasi yang dikumpulkan Budi atas instruksinya sebelum berangkat: nama-nama, struktur keluarga, jaringan pengaruh, dan catatan lain yang akan berguna sesampainya di sana.Di sebelahnya, Aira tidur dengan kepala di atas pahanya.Napasnya teratur dengan cara anak-anak yang tidak perlu usaha untuk tidur di mana pun mereka merasa aman. Tidak peduli seberapa bising atau seberapa tidak familiar tempatnya.Sebelum naik tadi, bocah itu mengajukan pertanyaan sepanjang antrean boarding, kenapa pesawat bisa terbang, apakah pesawatnya bisa jatuh, apakah ada singa di awan, dan apakah awan rasanya seperti kapas.Ryan menjawab satu per satu dengan penjelasan yang cukup masuk akal untuk anak empat tahun. Tidak semuanya akurat secara ilmiah, tapi Aira menerima semua dengan sangat serius.Begitu pesawat mengudara dan Aira puas melihat pemandangan di luar je
Read more