Tiga hari berlalu. Hotel Sovereign, hotel bintang lima nomor dua di Kota Sentralis setelah Hotel Graha Makmur, sudah dipesan seluruhnya sejak pagi. Di pintu masuk, dekorasi merah-putih-emas dipasang dengan selera yang mahal dan memang dimaksudkan untuk terlihat seperti itu. Barisan penerima tamu berdiri tegak dengan senyum terlatih yang tidak kelelahan meski sudah berdiri berjam-jam. Hari pertunangan Wendy Hartono. Di depan pintu, Victor dan Margareth berdiri dalam setelan formal yang setara dengan kesempatan. Victor dengan ekspresinya yang biasa, hangat ke setiap tamu yang datang, matanya sesekali melirik ke arah jalan dengan interval yang sudah semakin sering dalam satu jam terakhir. Margareth dengan ekspresinya yang juga sudah sangat dikenal, senyum yang tidak pernah benar-benar sampai ke matanya, dan postur tegak seseorang yang sangat sadar siapa saja yang sudah hadir, siapa yang belum, dan apa artinya masing-masing dari ketidakhadiran itu. Di dalam, Wendy berdiri di si
Read more