Taman Veldora, pagi hari. Ryan sudah mengunci diri di kamar kerjanya sejak sebelum fajar, ketika langit di luar masih hitam pekat dan kota belum mulai berdetak. Di atas lantai yang sudah dikosongkan dari semua perabot, puluhan material tempa tersusun rapi dalam formasi melingkar. Di tengahnya, dua puluh batu giok seukuran telur mengapung setinggi pinggang, memancarkan cahaya hijau redup yang berdenyut sangat pelan, seperti jantung yang sedang beristirahat dan bermimpi. Dua formasi yang akan lahir dari sini. Satu untuk melindungi Taman Veldora. Satu lagi untuk sesuatu yang sudah lama dipikirkan. Ryan menatap material-material itu sebentar, lalu menarik napas panjang. Api Sejati Samadhi menyembur dari mulutnya, biru terang dan sangat panas, menyelimuti semua material sekaligus dalam sekejap. Tangannya mulai bergerak, membentuk segel demi segel dengan ritme yang tidak terburu-buru, mengarahkan panas itu ke titik-titik yang tepat dengan presisi yang tidak memberi ruang untuk s
Last Updated : 2026-05-09 Read more