Malam itu, kematian datang tanpa wajah. Tersebar di berbagai titik yang jauh dan tidak saling mengenal, tanpa pola yang bisa dibaca, tanpa peringatan yang bisa dirasakan, dan paling penting, tanpa jejak yang bisa diikuti. Di sebuah kota resor di luar Garudapolis, di kamar hotel lantai delapan belas dengan pemandangan kolam renang yang menyala biru di bawahnya, seorang wanita berusia sekitar tiga puluh lima tahun berbaring di atas ranjang besar sambil menelepon. Masker wajah hijau menempel di pipinya, sebelah kakinya terangkat bertumpu di bantal, suaranya mulai menanjak. "Kakak bilang Keluarga Surya sudah habis? Siapa yang berani? Aku bawa orang pulang sekarang untuk balas dendam!" Sedetik kemudian, seseorang berdiri di sudut kamarnya. Dia memalingkan kepala. Matanya menyipit, memindai sosok yang berdiri di sana dengan tenang seolah sudah lama ada di sana. "Kamu siapa? Bagaimana masuk ke sini?" "Aku yang menghabisi Keluarga Surya." Ryan tersenyum tipis. Satu gerakan cepat. Sa
Read more