Hector berdiri, merapikan jasnya, dan berjalan menuju Dara dengan senyum yang sudah ia pasang sejak tiga langkah sebelumnya. "Nona Dara, boleh aku mengajakmu menari?" "Maaf, tidak enak badan." Penolakan itu keluar tanpa jeda, bahkan sebelum ia selesai mengucapkan kalimatnya. Hector menelan sisa kata-katanya. Ia duduk kembali dengan wajah yang berusaha keras terlihat biasa-biasa saja. Di dalam kepalanya, berbagai strategi berputar mencari celah yang tidak kunjung ditemukan. Tangannya menyentuh rahangnya sebentar lalu dilepaskan lagi. Beberapa menit kemudian, dari arah lain, William datang. Rambutnya keemasan di bawah cahaya lampu gantung, posturnya tegap, dan gerakannya yang santai membawa kesan seseorang yang tidak pernah merasa canggung di tempat manapun. Ia membungkuk dengan gerakan yang cukup elegan untuk terlihat tulus. "Nona Dara." Ia menatapnya, lalu melirik sekilas ke Ryan. "Maaf mengganggu. Apakah aku boleh mengajakmu berdansa?" "Dan untuk kamu," ia menatap Ryan den
Baca selengkapnya