Sisa hujan semalam meninggalkan aroma tanah yang segar namun berat, menyelimuti hutan perbatasan dengan kabut tipis yang merayap di sela-sela akar pohon ek. Celestine memacu kudanya dengan kecepatan sedang, membiarkan angin dingin menyapu wajahnya yang kini tampak jauh lebih tenang. "Gunakan napasmu untuk merasakan aliran mana di sekitarmu, Celestine." Bisik Celestine pada dirinya sendiri."Semangat, lady celestine!"suara Elian terdengar hangat dari belakangnya. Pria itu menjaga jarak yang cukup agar tidak mengganggu fokus Celestine, namun tetap dalam jangkauan untuk melindunginya.Celestine menutup mata sesaat, membiarkan sihir Aethel-flora miliknya merambat turun dari ujung jemarinya menuju busur Moonhart. Seketika, sensor alaminya meluas. Ia bisa merasakan detak jantung hutan, dari napas tupai yang bersembunyi hingga aliran energi murni yang terasa sangat asing di arah utara. Energi itu tidak liar seperti binatang buas, melainkan dingin, tenang, dan sangat anggun."Aku menemukan s
Mehr lesen