Kesunyian di Paviliun Utara memiliki suasana yang berbeda dari kesunyian di Kediaman Montclair. Di sini, udara terasa kosong dan hampa, seolah waktu sengaja dihentikan oleh kehendak satu orang. Celestine duduk di kursi beludru dekat jendela, tangannya memegang sebuah buku tua tentang sejarah keluarga kerajaan, namun matanya tidak benar-benar membaca barisan kalimat di sana. Ia bisa merasakan keberadaan sosok di sudut ruangan—sosok yang telah menghabiskan tiga jam terakhir hanya dengan duduk diam dan menatapnya.Alaric Alderwyn.Pangeran itu tidak sedang mengenakan pakaian formal. Ia hanya memakai kemeja sutra putih yang kancing atasnya terbuka, memberikan kesan santai yang justru mengerikan. Ia tidak bicara, tidak bergerak, hanya memperhatikan setiap gerak-gerik Celestine. Cara sang pujaan hati membalik halaman buku, cara ia menarik napas, hingga cara bulu matanya bergetar."Kau terlihat jauh lebih tenang di sini, Celestine." suara Alaric akhirnya pecah, rendah dan serak seolah ia ba
Mehr lesen