Hujan mulai membasuh kaca jendela Kamar asrama milik Celestine dan Nara, menciptakan irama monoton yang seolah memisahkan mereka dari keriuhan Akademi Aethelgard. Di dalam ruangan yang hangat oleh aroma kayu manis dan residu pasir Zandara, Celestine duduk memeluk lutut di atas ranjangnya. Di hadapannya, Nara duduk bersila, matanya yang kuning emas menatap tajam, menuntut jawaban yang sempat tertunda di kegelapan greenhouse tadi malam."Kau berhutang penjelasan padaku, Lady Celine." suara Nara rendah, namun ada nada kesungguhan yang tidak bisa diabaikan. "Perkataanmu di greenhouse semalam itu... tentang dunia ini, tentang gedung-gedung yang menembus awan tanpa sihir. Kau tidak sedang berhalusinasi karena spora bius, kan?"Celestine menarik napas panjang, membiarkan paru-parunya terisi udara yang terasa terlalu nyata untuk sebuah mimpi, namun terlalu asing untuk sebuah rumah. Ia menatap telapak tangannya sendiri—garis-garis tangan milik Lady Celestine de Montclair yang halus, namun di
Read more