Musik kecapi terus mengalun lembut di dalam aula.Para pelayan istana bergerak teratur di antara meja-meja panjang, meletakkan hidangan satu per satu di hadapan para tamu. Uap hangat dari sup herbal perlahan naik ke udara, bercampur dengan aroma daging panggang dan rempah yang memenuhi ruangan luas itu.Namun perhatian banyak orang masih belum sepenuhnya kembali pada makanan.Tatapan-tatapan diam-diam masih sesekali beralih ke meja tempat Zhao Fenglin dan Yuwen Shuang duduk.Bagi sebagian besar orang di aula itu, malam ini terasa seperti pertama kalinya mereka benar-benar melihat Jenderal Zhao.Zhao Fenglin sendiri tampak sama sekali tidak terganggu oleh semua perhatian tersebut.Ia duduk dengan punggung tegak, satu tangan diletakkan santai di atas meja. Tatapannya tenang, sesekali mengamati aula luas di hadapannya seperti seorang prajurit yang terbiasa menilai keadaan di medan perang.Sementara di sampingnya, Yuwen Shuang perlahan mengangkat cangkir tehnya. Gerakannya halus dan anggu
Ler mais