Liwei, 30 tahun, pria yang diutus oleh Selir Li Mei itu tetap diam. Beberapa detik berlalu tanpa jawaban. Hanya suara angin malam yang kembali menyelinap di antara koridor, membawa dingin yang perlahan terasa hingga ke tulang.Yuwen Shuang menatapnya, menunggu dengan sabar. Namun pria itu tidak segera membuka suara. Seolah sedang menimbang sesuatu yang tidak mudah diucapkan.“Hamba …,” akhirnya ia membuka suara pelan.Namun kalimat itu kembali terhenti.Jemarinya sedikit mengencang di sisi tubuhnya. Kepalanya masih tertunduk, namun napasnya terdengar lebih berat dari sebelumnya.Yuwen Shuang mengernyit tipis.“Jawab,” ucapnya pelan. Tidak memaksa, tapi jelas menunggu.Pria itu menarik napas dalam. Lalu akhirnya mengangkat kepalanya sedikit.“Maaf, hamba tidak dapat mengatakannya, Putri.”Yuwen Shuang terdiam. Dadanya terasa sedikit sesak. Ia menghela napas pelan.“Begitu …,” gumamnya lirih. Ia tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Namun, ia tidak bisa memaksa pria itu untuk men
Ler mais