Ayyana berdiri di depan cermin besar, merapikan setelan kemeja sutra putih dan rok span hitam yang ia temukan di lemari obsidian Rafael. Pakaian itu terasa sangat pas, seolah-olah memang dijahit khusus untuk lekuk tubuhnya. Kulit putih bersihnya tampak kontras dengan warna gelap ruangan itu, dan rambut hitam panjangnya yang masih sedikit lembap ia biarkan tergerai indah. Tok, tok, tok. "Nona Ayyana?" Suara dingin dan datar Ibu Martha terdengar dari balik pintu. "Tuan sudah menunggu Anda di meja makan untuk sarapan." Ayyana mengembuskan napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya. "Baik, Bi. Saya segera turun." Langkah kaki Ayyana menggema pelan saat ia menuruni tangga melingkar menuju ruang makan. Di sana, di ujung meja kayu mahoni yang sangat panjang, Rafael sudah duduk dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku. Matanya tidak lepas dari tablet di tangannya, sementara sebuah cangkir espresso mengepul di sampingnya. "Makanlah," ucap Rafael tanpa mendongak, namun s
Last Updated : 2026-04-01 Read more