Ayyana terhenyak di atas kasur sutra yang dingin, gaun putihnya menyebar bak kelopak bunga mawar yang gugur. Di atasnya, Rafael menumpu tubuh dengan kedua lengannya, menatap Ayyana dengan pandangan yang tidak lagi hanya berisi nafsu, tapi juga sebuah kebanggaan yang mutlak. "Lepaskan, Rafael! Apa-apaan panggil aku Botol Yakult? Aku ini istrimu, bukan minuman kesehatan!" protes Ayyana, meskipun wajahnya sudah semerah kepiting rebus. Tangannya mencoba mendorong bahu Rafael yang keras seperti baja, namun pria itu justru semakin merapatkan tubuhnya. Rafael terkekeh rendah, suara baritonnya menggetarkan dada Ayyana. "Kau kecil, putih, dan selalu membuat perutku mulas karena cemburu. Bukankah itu deskripsi yang akurat?" Rafael membelai pipi Ayyana dengan punggung jarinya, gerakannya kini melambat, menjadi sangat lembut. "Dan sekarang, kau bukan sekadar 'Botol Yakult'-ku. Kau adalah Nyonya Alvarez. Pemilik tunggal dari semua yang aku punya." Ayyana terdiam. Amarahnya yang tadi meledak-le
Huling Na-update : 2026-04-06 Magbasa pa