Malam di mansion Alvarez biasanya tenang, namun tidak bagi Ayyana. Ia sedang berdiri di balkon kamar utama, menggenggam ponsel barunya dengan tangan yang gemetar karena amarah. Di layar ponsel itu, nama "Ayah" berkedip-kedip seolah tidak tahu malu. Ayyana menarik napas panjang dan menekan tombol hijau. Belum sempat ia mengucap salam, suara serak dan berat di ujung telepon langsung menyambarnya. "Ayyana! Akhirnya kau angkat juga! Dengar, Ayah sedang butuh uang, Sayang. Hanya lima ratus juta. Teman-teman judi Ayah sudah menagih di depan rumah. Kau kan sekarang tinggal di istana, uang segitu pasti cuma recehan buat suamimu yang mafia itu!" Ayyana memejamkan mata, giginya gemeretak. "Lima ratus juta? Ayah, kau pikir aku ini pohon uang? Kau sudah menjualku pada Rafael seharga dua puluh miliar! Itu sudah lebih dari cukup untuk melunasi semua dosamu!" "Ah, itu kan sudah lewat! Sekarang kau adalah Nyonya Alvarez! Kau punya akses ke brankasnya, kan? Sedikit saja, Ayyana. Kalau tidak, mere
Last Updated : 2026-04-04 Read more