LOGIN“Mulai malam ini, kau milikku. Setiap tarikan napasmu, setiap detak jantungmu, adalah untukku.” Ayyana tak pernah membayangkan hidup dan tubuhnya akan menjadi harga dari sebuah hutang judi. Dalam satu malam, ayahnya menjualnya kepada Rafael Alvarez—raja mafia kejam yang namanya saja cukup membuat orang gemetar. Terperangkap dalam sangkar emas miliknya, Ayyana hidup di bawah tatapan yang selalu mengawasi. Setiap jarak yang terlalu dekat, setiap sentuhan yang terlalu lama, membuatnya sadar Rafael tidak hanya menginginkan tubuhnya, ia menginginkan kepatuhan dan hatinya. Namun tanpa disadari, keberanian Ayyana justru menjadi godaan berbahaya bagi pria yang tak pernah mengenal cinta. Di dunia di mana kelembutan adalah kelemahan, bisakah gadis itu memikat hati sang mafia kejam? Atau justru hancur dalam pelukan yang memenjarakannya?
View MoreMalam di mansion Alvarez biasanya tenang, namun tidak bagi Ayyana. Ia sedang berdiri di balkon kamar utama, menggenggam ponsel barunya dengan tangan yang gemetar karena amarah. Di layar ponsel itu, nama "Ayah" berkedip-kedip seolah tidak tahu malu. Ayyana menarik napas panjang dan menekan tombol hijau. Belum sempat ia mengucap salam, suara serak dan berat di ujung telepon langsung menyambarnya. "Ayyana! Akhirnya kau angkat juga! Dengar, Ayah sedang butuh uang, Sayang. Hanya lima ratus juta. Teman-teman judi Ayah sudah menagih di depan rumah. Kau kan sekarang tinggal di istana, uang segitu pasti cuma recehan buat suamimu yang mafia itu!" Ayyana memejamkan mata, giginya gemeretak. "Lima ratus juta? Ayah, kau pikir aku ini pohon uang? Kau sudah menjualku pada Rafael seharga dua puluh miliar! Itu sudah lebih dari cukup untuk melunasi semua dosamu!" "Ah, itu kan sudah lewat! Sekarang kau adalah Nyonya Alvarez! Kau punya akses ke brankasnya, kan? Sedikit saja, Ayyana. Kalau tidak, mere
Ayyana berdiri mematung di samping mobil Rolls-Royce yang baru saja membawanya berputar-putar selama tiga jam tanpa tujuan. Wajahnya memerah padam, bukan karena panas matahari, melainkan karena rasa malu yang membakar hingga ke telinga. Ia menatap Armand yang baru saja menutup pintu bagasi dengan wajah tanpa dosa. "Bensinnya habis, Nyonya," ucap Armand datar, namun Ayyana yakin ia melihat kilatan jahil di mata pengawal itu. "Bohong! Mobil semahal ini tidak mungkin kehabisan bensin secepat itu!" geram Ayyana. Ia berbalik dan mendapati Rafael masih berdiri di undakan tangga teratas, menatapnya dengan senyum miring yang sangat menyebalkan. Rafael melangkah turun perlahan, langkah sepatunya di atas lantai batu terdengar seperti detak jam yang menghitung mundur keberanian Ayyana. Ia berhenti tepat di depan Ayyana, aroma cendana dan sisa cerutu mahalnya kembali menguasai indra penciuman Ayyana. "Sudah puas jalan-jalannya, Pequena?" tanya Rafael rendah. Ia mencondongkan tubuh, membisikk
Rafael berdiri mematung di aula, memperhatikan Veronica yang menghentak-hentakkan kakinya ke lantai marmer dengan wajah merah padam. Sisa kopi asin masih membekas di sudut bibirnya yang mahal. Sementara itu, Ayyana berdiri di samping meja dengan wajah paling polos sedunia. "Rafael! Kau dengar tidak?! Pelayan ini ... dia meracuniku!" jerit Veronica sambil menunjuk Ayyana. Rafael melirik Ayyana, lalu melirik cangkir kopi yang isinya tampak lebih putih karena endapan garam. Bukannya marah, Rafael justru menahan kedutan di sudut bibirnya. Ia berdehem, mencoba mengembalikan wibawanya yang hampir runtuh karena ingin tertawa. "Dia memang pelayan baru, Veronica. Dia ... masih dalam masa pelatihan khusus," ucap Rafael dengan nada serius yang dipaksakan. Ia melirik Ayyana dengan tatapan 'kita-bicara-nanti'. "Pelatihan khusus?! Dia hampir membunuhku! Aku tidak mau tahu, pecat dia sekarang juga!" Ayyana hanya mengangkat bahu pelan. "Maaf, Nona Tunangan. Saya memang kurang berbakat menjadi p
Darah Ayyana seolah berhenti mengalir. Kalimat wanita itu menghantam jantungnya lebih keras daripada peluru mana pun. Tunangan? Jadi, pria yang semalam menandainya dengan begitu posesif, yang membisikkan kata-kata kepemilikan di telinganya, ternyata sudah terikat dengan wanita lain? Rasa perih menjalar di dadanya, namun harga diri Ayyana yang tersisa menolak untuk terlihat hancur di depan wanita cantik bersuara angkuh ini. Ayyana merapatkan piyama sutranya, mencoba menutupi bekas kemerahan di lehernya yang kini terasa seperti tanda pengkhianatan. "Kamu siapa?" tanya Veronica lagi, suaranya naik satu oktaf karena kesal tidak segera dijawab. Ia melipat tangan di depan dada, menatap Ayyana dengan tatapan yang bisa membekukan air terjun. Ayyana menelan ludah. Jika ia mengaku sebagai calon istri Rafael, ia akan terlihat seperti wanita murahan yang merebut tunangan orang. Jika ia diam saja, wanita ini akan terus mengintrogasinya. "Aku ... aku pelayan baru di sini," jawab Ayyana asal. S
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.