Gadis Pemikat Hati sang Mafia Kejam

Gadis Pemikat Hati sang Mafia Kejam

last updateLast Updated : 2026-04-04
By:  Vanilla_NillaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
22Chapters
188views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Mulai malam ini, kau milikku. Setiap tarikan napasmu, setiap detak jantungmu, adalah untukku.” Ayyana tak pernah membayangkan hidup dan tubuhnya akan menjadi harga dari sebuah hutang judi. Dalam satu malam, ayahnya menjualnya kepada Rafael Alvarez—raja mafia kejam yang namanya saja cukup membuat orang gemetar. Terperangkap dalam sangkar emas miliknya, Ayyana hidup di bawah tatapan yang selalu mengawasi. Setiap jarak yang terlalu dekat, setiap sentuhan yang terlalu lama, membuatnya sadar Rafael tidak hanya menginginkan tubuhnya, ia menginginkan kepatuhan dan hatinya. Namun tanpa disadari, keberanian Ayyana justru menjadi godaan berbahaya bagi pria yang tak pernah mengenal cinta. Di dunia di mana kelembutan adalah kelemahan, bisakah gadis itu memikat hati sang mafia kejam? Atau justru hancur dalam pelukan yang memenjarakannya?

View More

Chapter 1

Bab 1 - Dijual Ayah

Udara pengap malam Jakarta menusuk paru-paru Ayyana Raline Wijaya. Tidak ada bau harum melati atau wangi kopi dari kedai langganannya, hanya aroma apek dari kain-kain usang yang menggantung di sudut pasar gelap. Jantungnya bergemuruh seperti drum yang dipukul bertalu-talu. Ayahnya, Wijaya, terus menyeret Ayyana seperti karung beras, langkahnya terseok-seok karena efek alkohol dan hutang yang mencekik.

“Ayah, kita mau ke mana? Ini bukan jalan pulang.” Ayyana berbisik, suaranya tercekat. Tangannya yang dingin menggenggam erat lengan ayahnya, berharap bisa menarik pria itu keluar dari labirin kegelapan ini.

Namun Wijaya tidak menjawab. Tubuhnya kurus, rambutnya acak-acakan, matanya merah sembab. Setelan jas yang dulu rapi kini kusut, persis seperti masa depan keluarga mereka. Selama berbulan-bulan, setiap pagi Ayyana terbangun dengan kecemasan, di mana kartu kredit yang ditagih, listrik yang diputus, ancaman-ancaman dari rentenir yang menempel di pintu. Namun, tidak pernah terlintas di benaknya bahwa ia sendiri akan menjadi jalan keluar dari semua masalah itu.

Mereka tiba di sebuah pintu besi besar. Di baliknya, deru musik elektronik yang memekakkan telinga dan aroma rokok cerutu mahal menyeruak. Wijaya mengetuknya tiga kali. Pintu berderit terbuka, menampakkan seorang pria berbadan tegap dengan tato naga melingkar di lehernya. Pria itu menyeringai, matanya menelanjangi Ayyana dari atas ke bawah.

“Bocah ingusan ini? Kau yakin dia sepadan, Wijaya?” suara pria itu kasar, mencemooh.

Wijaya menunduk. “Dia … dia putriku. Cantik dan patuh, Tuan. Dia akan memenuhi semua yang diinginkan Tuan Rafael.” Ada nada memohon sekaligus ketakutan yang jelas dalam suaranya.

Ayyana terhenyak.

Rafael?

Rafael Alvarez?

Nama itu adalah bisikan neraka di telinga warga Jakarta. Mafia paling berkuasa, kejam, tanpa ampun. Ia menguasai segala bisnis gelap dan terang, dari pelabuhan hingga bursa saham. Wijaya telah berhutang pada monster itu. Dan kini, monster itu menuntut … dirinya?

Air mata menggenang di pelupuk mata Ayyana. Namun ia menahannya, ia tidak boleh terlihat lemah di hadapan orang-orang ini. Ia melihat sekeliling. Tempat itu adalah sebuah klub malam mewah, tapi nuansanya terasa seperti ruang lelang. Puluhan pasang mata menatapnya dengan rasa ingin tahu, beberapa dengan tatapan merendahkan, yang lain dengan tatapan lapar. Semua adalah pria-pria berjas mahal, beberapa ditemani wanita bergaun minim, tapi tatapan mereka semua tertuju pada Ayyana. Ia merasa seperti hewan yang dipamerkan.

“Silakan masuk.” Pria bertato naga itu membuka pintu lebih lebar. “Bos sudah menunggu.”

Ayyana ditarik masuk. Klub itu gemerlap, asap rokok tebal, dan cahaya remang-remang lampu disko. Namun, ia bisa melihat sebuah meja bundar di tengah ruangan, dikelilingi oleh pria-pria berwajah dingin dan intimidatif. Di antara mereka, duduklah seorang pria yang memancarkan aura berbeda.

Rafael Alvarez.

Dia tidak terlihat seperti monster yang ia bayangkan. Pria itu duduk santai, menyilangkan kaki. Jas hitamnya mahal, kemejanya putih bersih. Wajahnya tampan, dengan garis rahang tajam dan hidung mancung. Namun, matanya. Matanya seperti samudra gelap tanpa dasar, dingin, kosong, tetapi memiliki daya tarik mematikan. Dia menatap Ayyana, bukan dengan nafsu seperti yang lain, melainkan dengan tatapan menilai, seolah ia adalah barang yang akan dibeli.

Ayyana bergidik. Ini lebih buruk daripada monster. Ini adalah predator yang bersembunyi di balik topeng kesopanan.

“Kau membawanya, Wijaya,” suara Rafael terdengar tenang, tapi menggetarkan. Ia tidak perlu meninggikan suara untuk membuat semua orang di ruangan itu menahan napas. “Aku harap dia sepadan dengan utang dua puluh miliar-mu.”

Dua puluh miliar?

Sebuah angka yang membuat lutut Ayyana lemas. Harga kebebasannya, harga dirinya.

Wijaya beringsut maju, menyodorkan sebuah amplop berisi akta kelahiran Ayyana. “Dia … dia masih murni, Tuan Rafael. Dia akan menjadi yang terbaik untuk Tuan.”

Kata-kata ayahnya terasa seperti tamparan keras di wajah Ayyana. Murni? Seolah ia adalah domba persembahan. Ia menatap ayahnya, ingin berteriak, ingin bertanya, “Bagaimana bisa kau melakukan ini?” Tapi tenggorokannya tercekat.

Rafael mengambil amplop itu, membolak-baliknya dengan ujung jari. Matanya kembali menatap Ayyana, kali ini lebih intens. Ayyana merasakan pipinya memanas, seluruh tubuhnya menegang. Ia mencoba membalas tatapan itu dengan keberanian yang ia kumpulkan, tidak ingin terlihat gentar. Namun, tatapan Rafael begitu kuat, seperti bisa membaca isi pikirannya.

“Ayyana Raline Wijaya.” Rafael menyebut namanya. Suaranya rendah, nyaris seperti desiran angin malam. “Kau tahu apa artinya ini, Nona?”

Ayyana diam. Ia tahu. Ia akan menjadi budak. Mainan. Atau mungkin lebih buruk.

Rafael tersenyum tipis, senyum yang tidak mencapai matanya. Senyum itu membuat punggung Ayyana merinding. “Mulai malam ini, kau milikku. Setiap tarikan napasmu, setiap detak jantungmu, adalah untukku.”

Lalu, hal yang paling Ayyana takuti terjadi. Rafael menunjuk ke arahnya dengan dagu, memberi isyarat kepada pria bertato naga tadi. Pria itu bergerak mendekat.

“Bawa dia ke kamarku,” perintah Rafael, suaranya datar. “Dan pastikan dia tidak kabur.”

Tubuh Ayyana menegang, berusaha melawan saat pria itu mencengkeram lengannya. Ia menoleh ke arah ayahnya, yang kini sudah berbalik, berjalan tergesa-gesa keluar dari klub itu, Wijaya seperti melarikan diri dari neraka yang baru saja ia ciptakan. Air mata akhirnya tumpah, mengalir deras membasahi pipi Ayyana. Kebebasannya telah dilelang, dan tidak ada yang tersisa untuknya selain kegelapan yang tak berujung.

“Tidak! Lepaskan aku! Lepaskan …! Ayah, jangan pergi! Jangan tinggalkan aku!”

Namun, ayahnya tak peduli. Pria bertato naga itu menariknya dengan kasar, menyeretnya melewati kerumunan orang-orang yang kini kembali berpesta, seperti tidak terjadi apa-apa. Ayyana memejamkan mata, membiarkan kakinya terseret. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun satu hal ia tahu pasti, hidupnya, seperti yang ia kenal, telah berakhir. Dan semua ini karena satu orang yaitu Rafael Alvarez.

Ia merasakan dirinya didorong masuk ke dalam sebuah lift yang mengarah ke lantai atas. Pintu lift tertutup, memisahkannya dari hiruk pikuk di bawah, mengantarkannya menuju takdir yang tak terhindarkan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
22 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status