Suasana di apartemen sore itu terasa begitu berat, sepertinya udara pun enggan mengalir. Ayyana duduk meringkuk di sudut sofa, mendekap bantal yang sudah lembap karena air matanya. Dengan tangan gemetar, ia membuka galeri ponselnya. Jarinya berhenti pada sebuah foto yang sudah lama ia sembunyikan di folder privat. Di layar ponsel itu, terpampang foto pernikahannya dengan Rafael. Di sana, ia mengenakan gaun putih megah, sementara Rafael tampak gagah dengan tuksedo hitamnya. Dalam foto itu, Rafael tidak tersenyum, namun sorot matanya yang tajam mengunci sosok Ayyana dengan protektif. Ayyana menyentuh wajah Rafael di layar, merasakan sesak yang luar biasa di dadanya. Dulu ia menganggap pernikahan ini adalah kutukan, sebuah sangkar emas yang membunuh jiwanya perlahan. Namun sekarang, setelah surat cerai itu ditandatangani, setelah ia tahu ada nyawa kecil di rahimnya, foto itu justru terasa seperti satu-satunya bukti bahwa ia pernah menjadi bagian dari hidup sang Predator. "Kenapa sesa
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-24 อ่านเพิ่มเติม