공유

313. Minta Ganti Rugi

작가: Leva Lorich
last update 게시일: 2026-04-13 11:37:47

"Jajan cewek sembarang maksud kamu, Sar? Kamu pikir aku tipe cowok yang bakal mampir ke pinggir jalan kalau lagi 'kebelet'?" tanya Pram mencoba memperjelas maksud ucapan Sarah tadi, sembari menatap mata wanitanya itu dengan pandangan heran.

"Itu tahu. Aku cuma mau mastiin aja kamu nggak jajan di luar sana pas lagi jauh dari kami," sahut Sarah sembari menyandarkan tubuh polosnya yang sintal ke pundak Pram.

Pram menarik napas panjang, ia mengelus punggung Sarah yang halus tanpa penghalang kain ap
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   467. Ruangan Bersama

    "Maka mulai hari ini dan seterusnya, posisi CEO utama perusahaan akan beralih pada Pak Pram. Segala keputusan tertinggi akan berada di bawah kuasa beliau sepenuhnya," tegas Sisil mengakhiri pengumumannya dengan sebuah kepatuhan mutlak yang nampak sangat jelas dari gestur tubuhnya.Meskipun Pram nampak sangat sederhana tanpa balutan jas mewah, namun gurat ketampanan yang tegas serta ketenangan sikapnya yang berwibawa membuat para petinggi itu merasakan aura pemimpin sejati yang sangat kuat dari dalam diri anak kandung mendiang Husodo tersebut.Namun, di tengah rasa takjub yang menyelimuti ruangan, seorang pria paruh baya berkacamata tebal di ujung meja rapat nampak mengangkat tangannya dengan ragu."Bu Sisil, bukankah Ibu adalah pemilik saham keseluruhan perusahaan ini sejak peninggalan Pak Cipto dulu?" tanya manajer keuangan dengan dahi berkerut dalam, mencoba mencari kejelasan atas perubahan struktur yang teramat mendadak tersebut.Sisil mengangguk. “Ayah saya memang yang mengelola p

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   466. CEO Baru

    "Ya sudah, tapi belinya saat pulang saja. Saya sudah terlanjur rapi dengan kemeja ini," kata Pram sembari merapikan kembali lipatan lengan kemejanya yang membungkus otot lengannya yang kekar dan kokoh.Sisil menatap penampilan Pram dari atas sampai bawah dengan binar mata yang terpesona.Kemeja biru muda itu melekat ketat di tubuh bidang Pram, mencetak jelas bentuk dada bidangnya yang tegap. Sisa kehangatan semalam seolah masih membekas di antara mereka, membuat Sisil sempat melirik ke arah bawah Pram yang nampak padat berisi di balik celana kainnya."Boleh, Mas," kata Sisil mengangguk patuh sembari memberikan senyuman paling manisnya.Mereka pun segera turun dan bergabung dengan yang lain untuk sarapan.Di meja makan, hidangan nasi goreng buatan Bi Surti sudah tersaji hangat. Dara, Intan, dan Bunga sudah duduk rapi di tempat masing-masing. Begitu Pram melangkah masuk ke ruang makan, pandangan ketiga gadis muda itu langsung tertuju padanya tanpa berkedip."Wihhh, Mas Pram keren ama

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   465. Menghargai Diri Sendiri

    Sisil melakukan tugasnya dengan teramat telaten dan penuh variasi gerakan yang mematikan. Karena ukuran knalpot Pram yang teramat kekar dan panjang, rahang Sisil terpaksa meregang maksimal hingga pipinya nampak mencuat kencang menahan beban diameter yang besar. Sisil melumat bagian ujung kembang api itu dengan lidahnya, memilinnya berulang kali di dalam mulut dengan ritme yang lambat namun sangat dalam, menghisapnya layaknya sedang menikmati es lilin di siang hari yang teramat terik.Suara hisapan basah yang nyaring bercampur decapan dari dalam mulut Sisil memenuhi keheningan kamar tidur utama tersebut. Sisil menggerakkan kepalanya maju mundur, berusaha melahap batang kokoh Pram lebih dalam lagi hingga pangkal hidung mancungnya sesekali menyentuh kulit paha atas Pram yang berkeringat. Setiap kali mulut Sisil menjepit erat batang senjata tersebut, syaraf Pram seolah diperas habis-habisan oleh kehangatan dinding mulut yang basah oleh air liur.Pram mencengkeram erat seprai ranjang d

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   464. Tawaran Sisil

    Sisil benar-benar kehilangan seluruh keanggunannya sebagai seorang ibu di depan anak-anak angkatnya. Di dalam kamar yang remang ini, ia sepenuhnya berubah menjadi wanita matang yang teramat genit dan haus akan kepuasan dari pria yang kini menjadi majikannya. Setiap kali ujung meriam Pram menyenggol titik terdalam di ujung lembah curam miliknya, seluruh tubuh Sisil tersentak hebat, matanya mendongak dengan bibir yang terus mengeluarkan desahan-desahan parau yang pasrah.Pram tidak memberi ampun sedikit pun. Mengingat bagaimana lekukan daging bawah pinggul Sisil selalu memikatnya sejak dulu, Pram semakin mempercepat tempo genjotannya. Hantaman tubuh mereka menjadi semakin brutal dan liar, menumbuk pusat kenikmatan Sisil tanpa jeda hingga keringat mereka bercampur menjadi satu, membasahi kasur sutra di bawah mereka.“Ohhh... Mas Pram... pasak bumimu... ahh, bikin aku gila... mmmhh... terus Mas... jangan berhenti... ahh, ahh, sedikit lagi... oohhh!” jerit Sisil dengan suara yang semaki

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   463. Kekuasaan Pram

    Pram meremas kedua belahan daging bawah pinggul Sisil dengan sangat kuat menggunakan kedua telapak tangannya yang besar, membantu mendorong pinggul Sisil agar hujaman di dalam kawah gelap itu semakin dalam dan bertenaga. Suara khas dari peraduan kulit mereka yang basah oleh cairan kenikmatan terdengar bersahutan memenuhi ruangan, bercampur dengan desahan-desahan mesum yang lolos dari bibir tipis Sisil.“Ohhh... Mas... ahh... terus Mas... remas bokongku yang kuat... mmmhh... enak banget... gila, punyamu nusuk sampai ke dalam banget, Mas Pram... ahh, ahh!” jerit Sisil berulang kali dengan suara yang tertahan menahan kenikmatan yang luar biasa dahsyat mengguncang seluruh raganya.Permainan malam itu berlangsung semakin cepat dan brutal. Sisil mempercepat gerakan genjotannya, menaik-turunkan bantalan belakangnya yang montok dengan tempo yang menggebu-gebu seiring dengan dinding lorong labirin miliknya yang mulai menjepit dan memeras batang tongkat baseball Pram dengan sangat ketat dan be

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   462. Agak Malam

    “Nanti agak malam nunggu anak-anak tidur saja, Bu,” bisik Pram sembari mencuri kecupan singkat di bibir tipis Sisil, membuat wanita matang itu tersenyum manis sebelum melangkah masuk ke dalam rumah.Pram menepati janjinya. Ketika jam dinding besar di lorong lantai dua sudah menunjuk ke arah angka satu malam dan suasana rumah besar itu benar-benar sunyi senyap, Pram perlahan membuka pintu kamarnya. Dengan langkah tanpa suara, ia menyelinap masuk ke dalam kamar utama Sisil yang berada tepat di sebelahnya. Di dalam kamar yang luas itu, lampu utama sudah dimatikan, hanya menyisakan pendar redup dari lampu tidur di sudut ranjang king size yang memancarkan cahaya kekuningan yang remang-remang.Sisil ternyata sudah menunggu di atas tempat tidur dengan posisi bersandar pada tumpukan bantal. Penampilannya malam ini benar-benar merangsang gairah purbawi Pram. Ia hanya mengenakan daster satin merah tipis yang sangat longgar. Tanpa adanya lapisan penyangga dada, sepasang melon kembar milik S

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   32. Getaran Menderu

    Pram terbelalak, tenggorokannya mendadak kering. "Hah? Kamu bawa alat gituan saat tugas kampus kayak gini, Bunga?"Bunga tidak menjawab dengan kata-kata, ia justru meraih tas ranselnya yang cukup besar dan membukanya di atas ranjang. Di dalamnya, Pram melihat beberapa benda yang tidak umum."Astaga

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   30. Minta Ke Hotel

    Mereka kembali ke mobil. Sambil melaju pelan, Pram memutar otak hingga sebuah ide muncul. "Gini aja, gimana kalau kita ke pasar tradisional? Di sana ada ratusan pedagang yang berkumpul di satu tempat. Kamu tinggal keliling dari satu kios ke kios lain, pasti cepat selesai."Mendengar ide brilian itu

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   10. Tragedi Selimut

    Pram seketika bangun dari tidurnya dan berlari ke arah ranjang dimana Sisil berada. “Saya tidur di sofa, Bu,” ia menjelaskan. Di depan sana terlihat Sisil sudah duduk bersandar di kepala ranjang sambil membalutkan selimut ke dadanya.Sisil membuka sedikit selimut dan melirik bagian atas tubuhnya ya

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   8. Margarita

    ‘Butuh…?’ Pram menimbang-nimbang. Namun, cepat ia sangkal pikirannya. 'Ah, mungkin ada yang harus diperbaiki,' batinnya.Mobil yang dikendarai Pram dan Intan pun melesat pulang. Begitu Pram turun dari mobil, Sisil sudah menunggu di kursi teras rumah dengan wajah yang tak seperti biasanya. Pram me

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status