“Oh, kalau rumah Pak RT ada di Gang Dua Pak. Dari gerbang depan nanti Bapak lurus saja sekitar seratus meter ke arah selatan, lalu ada gang masuk ke arah barat. Rumahnya yang paling ujung dengan cat warna hijau,” jawab Pram dengan detail.“Setelah aku renang nanti, kamu bisa antar aku ke sana kan? Aku nggak mau ribet nyari alamatnya sendiri,” perintah Bondan.“Tentu Pak. Nanti saya antar Bapak ke sana,” kata Pram dengan semangat yang tertahan. Dalam hatinya, ia merasa ini adalah peluang emas. Ia bisa menguping pembicaraan Bondan dengan ketua RT dan mencari tahu apa sebenarnya yang sedang direncanakan keluarga itu terhadap identitas kependudukan Andri.“Kalau begitu, cepat penuhi airnya biar kita nggak kesiangan perginya,” sahut Bondan sembari berdiri dan mulai melepas piyamanya.—Karena jaraknya cukup dekat, Pram memboncengkan Bondan dengan motor matiknya. “Sesekali naik motor nggak ada masalahnya kan, Pak? Biar lebih praktis masuk gangnya," ujar Pram sembari menyalakan mesin moto
Read More