Motor matik Pram memasuki halaman rumah majikan barunya jam setengah tujuh pagi. Ia bernapas lega saat melirik jam di pergelangan tangannya. 'Untung belum jam tujuh. Kalau telat sedikit aja, bisa dipastikan Daniah bakal ngomel panjang lebar merusak suasana pagiku,' batin Pram sembari melepaskan helmnya.Pram segera memarkir motornya, lalu masuk ke dapur melalui pintu samping. Tanpa membuang waktu, ia langsung beraksi di depan kompor. Tangannya bergerak sangat telaten dan cekatan, memotong bumbu dan menyiapkan bahan makanan. Pagi ini ia memasak nasi goreng daging cincang dengan aroma bawang yang menggoda, capcay seafood yang segar, bihun goreng pedas manis, dan gurami pesmol dengan bumbu kuning yang kental.“Udah datang kamu Pram,” sapa Daniah yang tiba-tiba muncul di ambang pintu dapur.Sekilas Pram bisa menemukan kelembutan sikap wanita paruh baya itu saat menyapanya.Ada binar apresiasi yang tulus di matanya. Namun sejenak kemudian, Daniah kembali memasang wajah angkuhnya, seol
Read more