"Sssttt, tenang dulu, Nar. Jangan panik," bisik Pram tepat di telinga Sinar sembari membekap pelan mulut wanita itu agar tidak bersuara terlalu keras.Pram segera berjingkat turun dari ranjang tanpa busana, gerakannya sangat lincah layaknya seekor kucing. Ia melesat masuk ke dalam kamar mandi yang berpintu kaca buram, lalu menyalakan pancuran air dengan volume maksimal. Suara gemericik air yang menghantam lantai keramik segera memenuhi ruangan, menciptakan kamuflase suara yang sempurna untuk menutupi kehadiran pria di dalam sana.Sinar menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Ia menyambar handuk putih yang tersampir di sandaran kursi, melilitkannya dengan terburu-buru hingga menutupi sepasang semangka miliknya yang tanpa bra, lalu melangkah menuju pintu dan membukanya sedikit."Ibuuu, ada apa sih pagi-pagi begini ngetuk pintu? Aku baru aja mau mandi nih, udah nyalain air," ucap Sinar dengan nada ketus yang dibuat-buat agar nampak natural.Daniah
Mehr lesen