“Iya nih, Tan. Ujung paha Ibu kanan kiri kayaknya iritasi deh. Gatel gitu dari semalam, terus nggak tahan gatel akhirnya Ibu garuk-garuk, eh sekarang malah jadi agak perih begini pas dipakai jalan,” sahut Sisil dengan senyuman yang dipaksakan seanggun mungkin, berusaha keras menutupi keterkejutannya agar tidak merusak wibawanya di depan anak-anak.Mendengar pengakuan ibunya, Bunga yang duduk di seberang meja langsung meletakkan sendoknya dengan raut wajah cemas. “Ibu kenapa nggak bilang dari tadi? Aku punya salepnya di kamar, bagus banget buat ngilangin lecet atau iritasi kulit.”Sisil mengembuskan napas lega karena perhatian anak-anaknya teralih pada masalah gatal biasa. “Ya udah, nanti sehabis sarapan Ibu minta ya, Sayang.”Dara yang duduk di sebelah Intan menghentikan kunyahannya sejenak. Dengan raut wajah yang tegas dan penuh perhatian, ia menatap ke arah ibunya. “Gimana kalau aku antar Ibu ke dokter kulit aja hari ini? Biar langsung diperiksa sekalian, takutnya malah tambah para
Read more