”Apa kita ajak aja mereka main berempat, Mass? Pasti kamu juga rindu kan sama mereka setelah sebulan lebih nggak ketemu mereka?!” tantang Sinar dengan senyuman menggoda yang sangat berani, matanya berkedip manja di kegelapan taman.Pram hendak menolaknya demi menjaga situasi agar tetap aman, namun tiba-tiba Tari dan Sarah muncul dari balik kegelapan teras, mengagetkan mereka berdua yang masih dalam posisi sangat intim di atas kursi kayu.”Ide Tante Sinar boleh juga, Mas,” kata Tari yang melangkah mendekat tanpa ada rasa marah, justru wajahnya memancarkan kelembutan seorang kekasih yang siap berbagi.Pram terbelalak, langsung menatap Tari dengan tidak percaya. ”Nggak, Tar. Kamu kan keponakannya Sinar. Mana bisa aku garap kalian barengan?!”Tari tersenyum manis dan menggelengkan kepalanya pelan, melihat kepanikan Pram yang tampak sangat menggemaskan di matanya. ”Kamu lupa, Mas? Aku kan cuma anak angkat Mamaku. Otomatis Tante Sinar dan Tante Sisil juga tante angkatku. Kami nggak ada hubu
Baca selengkapnya