”As you wish, honey,” kata Pram dengan suara yang luar biasa berat dan serak, sepenuhnya terangsang oleh cengkeraman tangan Bunga pada aset berharganya yang kini sudah menegang maksimal di balik kain celana. Pram melepaskan permainan tangannya sejenak, lalu bergerak mundur ke tepi ranjang dengan napas yang memburu cepat. Tanpa membuang waktu lagi, Pram melepas celana panjang berikut celana dalamnya sendiri dalam beberapa gerakan cepat, meloloskan kain-kain tersebut hingga teronggok begitu saja di atas lantai kamar. Begitu terbebas sepenuhnya, pedang pusaka milik Pram langsung melompat keluar dengan gagah, mencuat tegak dengan ukuran yang sangat luar biasa panjang dan besar. Batang mercusuar yang hitam kemerahan itu tampak berurat menonjol mengerikan, dengan ujung kepala yang sudah sangat basah mengeluarkan cairan pelumas bening yang kental di bawah temaram lampu sudut. Ia lalu naik ke ranjang di tengah paha Bunga, merangkak maju memposisikan tubuh bidangnya yang polos tepa
Baca selengkapnya