Beranda / Male Adult / Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan / 509. Pengaturan Yang Begitu Rapi

Share

509. Pengaturan Yang Begitu Rapi

Penulis: Leva Lorich
last update Tanggal publikasi: 2026-06-07 19:44:09

Pengacara Buan mengangguk cepat, sorot matanya memancarkan kepuasan melihat ketajaman ingatan pria di hadapannya. ”Tepat sekali, Pak Pram. Itu adalah perangko lama dari negara Belanda tempo dulu. Sebuah perangko langka yang dicetak khusus pada masa kolonial.”

”Lalu apa rahasia di balik perangko tersebut, Pak Buan?” kejar Pram semakin penasaran.

Semangat besarnya yang semula mati kutu karena kebingungan mencari arah bisnis, kini mendadak tersulut hebat oleh secercah misteri baru yang ditinggalk
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   569. Perhelatan Akbar

    Hari yang paling bersejarah dan mendebarkan bagi masa depan dinasti Husodo pun akhirnya tiba. Sesuai dengan rencana taktis yang telah disusun matang oleh Sisil, Sarah, dan Sinar, prosesi pernikahan akbar Pram bersama empat wanita muda sekaligus yakni Dara, Bunga, Intan, dan Tari, resmi digelar di area dalam mansion mewah milik Pak Herman. Suasana di dalam kediaman megah berarsitektur klasik Eropa tersebut nampak begitu anggun, sakral, dan diselimuti oleh aura keintiman yang teramat sangat kental. Area ruang tengah telah disulap sedemikian rupa menjadi ruang prosesi akad nikah yang sangat elegan, dengan hiasan kelambu kain sutra putih, rangkaian bunga lili segar, serta pendar lampu gantung kristal yang memancarkan cahaya keemasan yang hangat.Acara pernikahan darurat namun sangat terhormat ini sengaja diadakan secara tertutup, tanpa dihadiri oleh media ataupun kolega bisnis eksternal demi menjaga kerahasiaan strategi publik mereka. Tamu yang hadir hanyalah lingkaran dalam yang sang

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   568. Persiapan Akbar

    Melihat Pram yang masih tertegun dalam keheningan yang panjang, Sisil, Sarah, dan Sinar segera mengambil inisiatif untuk bergerak cepat. Sebagai wanita-wanita matang yang terbiasa mengelola operasional korporasi besar dengan tingkat efisiensi tinggi, mereka tahu betul bahwa keraguan dan waktu yang terbuang hanya akan memperumit situasi batin sang kepala dinasti. Keputusan besar telah diketuk palu secara mufakat oleh seluruh lingkaran dalam mereka, dan kini saatnya mengeksekusi rencana tersebut menjadi sebuah realitas yang legal dan sakral.Sisil bangkit dari kursi sofanya, melangkah anggun mendekati meja kaca di tengah ruangan, lalu mengambil selembar kertas catatan dan pena yang tersedia di sana. ”Mas, karena semuanya sudah sepakat dan tidak ada lagi ganjalan rahasia di antara kita, tidak ada alasan untuk menunda-nunda hal baik ini lebih lama lagi,” ucap Sisil dengan nada suara yang sangat lugas, tegas, namun dipenuhi kelembutan yang menenangkan.Sinar dan Sarah segera bergeser dud

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   567. Keputusan Ekstrem

    ”Aku memang yang keliru, Sil. Aku terlalu kemaruk dan egois karena ingin memiliki kalian semua tanpa memikirkan batasan moral yang ada,” Pram akhirnya mengakui dengan nada suara bariton yang teramat sangat rendah, berat, dan dipenuhi rasa sesal yang mendalam. Kepalanya yang biasa mendongak penuh otoritas kini tertunduk samar di atas sofa tunggalnya, menerima kenyataan bahwa konstelasi hubungan yang ia bangun selama ini telah terbongkar seutuhnya di depan semua wanita yang ia cintai.Namun, di luar dugaan Pram, Sisil justru menggelengkan kepalanya dengan lembut. Tidak ada sepercik pun amarah, dendam, atau air mata kecemburuan yang keluar dari sepasang mata indahnya yang matang.”Kita semua salah, Mas. Bukan cuma kamu sendirian. Makanya itu, kami semua sepakat datang jauh-jauh ke Belanda ini biar kita bisa memperbaiki semuanya bersama-sama di sini,” tutur Sisil dengan nada suara yang teramat tenang, dewasa, dan penuh pengampunan.Pram mengangkat wajahnya, menatap Sisil dengan kerutan

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   566. Tahu Semua

    Malam harinya, setelah seluruh rombongan dari Indonesia menyelesaikan jamuan makan malam yang meriah bersama pasangan Pak Herman dan Tante Jane di lantai bawah, atmosfer santai itu seketika bergeser. Pram membawa seluruh wanitanya untuk berkumpul di ruang keluarga yang terletak di lantai tiga mansion. Ruangan privat yang dilengkapi dengan deretan sofa melingkar dan perapian elektrik itu sengaja dipilih agar mereka bisa berbicara tanpa terganggu oleh kehadiran Pak Herman maupun Tante Jane. Pintu ganda lantai tiga ditutup rapat-rapat, menyisakan keheningan yang mendadak terasa pekat dan menegangkan.Pram duduk di sofa tunggal utama, sementara para wanita mengambil posisi duduk melingkar di hadapannya. Sisil, dengan keanggunan matangnya yang selalu memancarkan aura kepemimpinan, duduk di tengah diapit oleh Bunga dan Intan. Di sisi lain, Sinar, Sarah, Tari, dan Dara duduk berdekatan dengan raut wajah yang bervariasi—mulai dari yang nampak tenang, cemas, hingga gelisah.Suasana hening

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   565. Sambutan Ramah

    Semua wanita cantik itu mengangguk setuju dengan helaan napas lega. Mereka kemudian berbalik, mengikuti langkah tegap Pram serta Dara yang berjalan di depan membimbing mereka keluar dari gedung kantor pusat menuju ke arah area parkir bawah tanah. Di sana, rombongan dari Indonesia itu segera membagi diri untuk masuk ke dalam mobil SUV mewah milik Pak Herman yang kini sudah digunakan sehari-hari oleh Pram untuk keperluan dinas, sementara sebagian lagi menggunakan mobil operasional kantor yang dikemudikan oleh staf lokal.Pram mengambil alih kemudi SUV tersebut, melajukan kendaraan membelah jalanan aspal kota Amsterdam yang sejuk di bawah terik matahari siang, bergerak menuju ke arah kawasan pinggiran kota yang lebih tenang tempat mansion berada.Setengah jam kemudian, kendaraan mewah yang membawa rombongan besar tersebut akhirnya tiba dan memasuki gerbang besi otomatis mansion. Begitu pintu utama bangunan megah itu terbuka, mereka langsung disambut oleh pasangan pengantin baru, Pak He

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   564. Tamu Kejutan

    Hari berjalan, waktu berlalu tanpa terasa di bawah langit kota Amsterdam yang dinamis. Pembenahan internal di dalam tubuh korporasi Husodo & Herman Silversmith di Belanda kini terbukti semakin tertata dengan sangat rapi dan sistematis. Tidak hanya itu, proyeksi pengembangan ekspansi bisnis perusahaan juga mulai terlihat nyata dan menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan melalui tangan dingin Pram yang begitu jenius dalam mengelola modal kerja. Jaringan distribusi logam mulia dan kerajinan perak ke wilayah Jerman serta Prancis yang sempat terkendala konflik manajemen lama, kini telah berjalan seratus persen dengan sistem pengawasan yang jauh lebih ketat dan transparan.Saat itu, jarum jam dinding di dalam ruang kerja CEO yang mewah telah menunjukkan pukul dua siang. Pram sedang duduk tegap di balik meja mahogani besarnya, fokus menatap layar laptop untuk memantau pergerakan pasar saham internasional. Di kursi asisten pribadi yang terletak tak jauh di sisi kanan meja kerja, D

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   55. Tes Kekenyalan

    Pram sengaja menggoda, namun Intan yang blak-blakan itu justru hanya nyengir nakal. "Nanti aja pijatnya kalau udah beneran capek,” ia tersenyum. “Aku lagi suntuk banget di rumah, si Tari mulutnya lagi pedes banget gara-gara sebel tadi pas makan. Jadi kalau aku mau ngobrol-ngobrol dulu di rumah Mas

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   49. Mulai Dari Kaki

    Pram berjalan ke meja rias Dara dan mengambil tube gel untuk pijat. “Lepas semua aja, lalu kamu tengkurap ya. Biar pakaiannya nggak kotor kena gel.“Dara menurut. Usai melepaskan you can see-nya, ia berdiri sedikit untuk menurunkan celana pendek berikut segitiga hanya.Mendadak pikiran Pram menjadi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   44. Lebih Mahir

    Mengingat kondisi Bi Surti yang masih lemas dan tangannya yang terikat selang infus, Pram khawatir wanita itu akan jatuh terjungkal jika terus memaksakan diri dalam posisi berdiri seperti itu. Ia pun memutuskan untuk membuka mata sepenuhnya dan menangkap tangan Bi Surti."Astaga! Mas Pram... a-aku

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   47. Bumbu Dapur

    Pram berdehem, mencoba tidak menatap terlalu lama pada bagian timun suri Dara yang menonjol di balik pakaian tipisnya. "Selain jagain jemuran Intan kalau hujan, mungkin nanti siang aku mau nyempetin jenguk Bi Surti lagi ke rumah sakit, Ra."Dara tersenyum senang. Di balik karakternya yang tegas da

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status