Pagi itu, Diana memasuki area kampus dengan langkah yang lebih waspada. Setelah kejadian memalukan yang dilakukan Pitaloka di kelas kemarin, Diana merasa seolah-olah ada tanda seru besar yang melayang di atas kepalanya. "Di, mending kita lewat tangga darurat aja yuk," bisik Pita yang sudah memakai masker medis dan topi, seolah-olah sedang menyamar dari kejaran paparazi. "Pit, kamu makin aneh makin dicurigai. Lepas topinya," balas Diana gemas. Namun, ketakutan mereka terbukti saat mereka sampai di depan lift. Rendy sudah berdiri di sana, memegang map biru besar dengan senyum yang menurut Diana terlihat sangat mencurigakan. "Diana, pas sekali kita bertemu," ucap Rendy. Suaranya terdengar ramah, namun ada nada otoritas di sana. "Sebagai asisten dosen Pak Aksara, saya diminta untuk mengoordinasikan pembagian kelompok besar untuk proyek riset semester ini. Karena nilai kamu paling tinggi, Pak Aksara minta kamu menjadi koordinator utama mahasiswanya. Tolong ikut saya ke ruang as
Last Updated : 2026-02-21 Read more