Quinn menyinggung tentang diriku. Morgan dan Harlem hampir bersamaan mengerutkan kening.Morgan mendengus dingin. "Quinn, dia sudah menyakitimu separah ini, kenapa kamu masih memikirkannya? Orang seperti dia yang nggak tahu diri itu, mana mungkin mendoakanmu yang baik? Jangan urusi dia lagi. Biarkan dia berulah sesukanya.""Kalau Kak Olive benar-benar meninggal, gimana? Harlem, Morgan, apa yang akan kalian lakukan?" Suara Quinn terdengar penuh kehati-hatian.Hatiku menegang. Pandanganku menatap wajah Harlem dan Morgan tanpa berkedip. Kalau dulu, jangankan mati, kalau aku terbentur sedikit saja, mereka sudah akan panik setengah mati.Mereka pernah berkata, akulah orang yang akan mereka lindungi seumur hidup. Namun sekarang, Harlem justru tersenyum dingin. "Kalau dia mati, kurasa hari-hari ke depannya akan jauh lebih indah. Saat itu, aku pasti akan menyalakan kembang api di seluruh kota untuk merayakannya."Morgan menimpali, "Mungkin jasadnya juga bisa kita kirim kembali ke kampung halam
더 보기