Short
Tunangan Dan Sahabat yang Mengacuhkan Kematianku

Tunangan Dan Sahabat yang Mengacuhkan Kematianku

에:  Mandy참여
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8챕터
2조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Hari ketiga setelah aku meninggal, tunanganku menerima telepon untuk mengidentifikasi jenazah. Dengan nada tidak sabar, dia berkata, "Kalau sudah mati, ya mati saja. Kuburkan dulu, baru kabari aku." Polisi tak berdaya, lalu menelepon orang kedua yang tercantum sebagai kontak darurat, yaitu teman masa kecilku. Dia tertawa dingin. "Benaran mati? Tapi soal mengurus mayat, bukan urusanku juga, 'kan? Langsung saja dibakar, terus abunya dibuang." Sampai akhirnya, foto jenazahku tersebar di internet. Dalam semalam, rambut tunanganku dan teman masa kecilku sama-sama memutih.

더 보기

1화

Bab 1

Morgan mendengus dingin, menutup telepon, lalu menoleh pada Harlem yang sedang merangkai karangan bunga. "Sudah terima teleponnya? Olive sudah mati."

Harlem bahkan tidak mengangkat kepala, tetap fokus merangkai karangan bunga. Dia hanya menjawab singkat, "Hm. Kalau sudah mati, ya mati saja. Kalau kamu ada waktu, ingatlah buat urus jenazahnya."

Sorot mata Morgan seketika mendingin. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman mengejek.

"Kamu sendiri sebagai tunangannya saja malas mengurus jenazahnya, masih berharap padaku?"

Harlem mengamati karangan bunga yang sudah jadi di tangannya, lalu tersenyum tipis tanpa berkomentar.

"Kalau kamu mau, aku bisa menyerahkan status itu padamu. Pernikahan bulan depan juga sekalian kuberikan. Sekarang sudah boleh berharap sama kamu?"

Aku membelalakkan mata, menatap Harlem dengan tak percaya. Entah kenapa aku sudah mati, tetapi jiwaku tak juga menghilang.

Di mata Harlem ada senyuman, tetapi ekspresinya serius sepenuhnya. Baru saat itu aku percaya, dia tidak berbohong. Dia benar-benar tidak ingin menikah denganku lagi. Bahkan dia tak sabar ingin membuangku, tunangan yang satu ini, sejauh-jauhnya.

Baru sekarang aku sadar, ternyata dia sudah membenciku sedalam ini.

Morgan menatapnya cukup lama, lalu mendengus dingin. "Kamu kira aku tempat sampah? Sampah apa pun mau kuterima?"

"Besok itu ulang tahun Tuan Putri Quinn. Aku nggak punya waktu mengurusi orang-orang yang nggak penting."

Begitu kata-kata itu dilontarkan, ponsel Morgan pun berdering. Nada deringnya sangat khas. Raut wajahnya langsung melunak. Bahkan Harlem tanpa sadar menghentikan gerakan tangannya dan menatap Morgan saat dia mengangkat telepon.

Di ruang VIP yang sunyi terdengar suara perempuan yang manis. "Morgan, kamu lagi bareng Harlem ya? Kok dia nggak angkat teleponku?"

Suara itu sangat kukenal. Itu Quinn, cinta pertama yang tak tergantikan bagi Harlem dan Morgan.

Saat berusia sepuluh tahun, dia ikut orang tuanya pindah ke luar negeri dan baru kembali dua tahun lalu. Ketika Morgan dan Harlem masih baik padaku, dia sudah tidak menyukaiku dan mengancam agar aku menjauh dari mereka.

Aku menolak. Dia lalu menyuruh orang-orang mengepungku, bahkan hampir membuat wajahku cacat.

Setelah tahu kejadian itu, Harlem dan Morgan memarahinya habis-habisan, bahkan mengancam akan memutus semua hubungan dengannya jika dia masih berani menindasku.

Barulah Quinn menahan diri, meskipun sesekali masih melakukan hal-hal kecil di belakang layar.

Saat itu, aku tidak terlalu memedulikannya. Ketika akhirnya aku ingin menjelaskan, semuanya sudah terlambat. Entah sejak kapan, timbangan di hati Morgan dan Harlem sudah miring ke arahnya.

Harlem melirik ponselnya. Benar saja, ada satu panggilan tak terjawab. Alisnya berkerut. Baru dia ingat, setelah menerima beberapa telepon dari polisi, dia merasa sangat terganggu, lalu mematikan suara ponsel. Karena itulah dia melewatkan telepon dari Quinn.

Morgan mengangkat alis sambil tersenyum, lalu menyindir, "Olive sudah mati. Dia pergi mengurus jenazahnya. Mana sempat angkat teleponmu?"

Sorot mata Harlem langsung meredup. Dia berdiri, merebut ponsel dari tangan Morgan, berkata dengan lembut ke layar, "Quinn, jangan dengarkan omongan Morgan. Besok ulang tahunmu. Aku sibuk siapkan kejutan."

Ruang VIP yang luas itu dipenuhi bunga segar, boneka, dan kotak-kotak hadiah. Semua ini adalah hasil persiapan matang Morgan dan Harlem selama tiga hari.

Aku mengenal mereka sejak usia 13 tahun. Aku juga pernah menikmati kejutan seperti ini selama sepuluh tahun penuh.

Mereka akan menghilang tiga hari sebelum hari ulang tahunku. Saat aku sudah cemas dan gelisah, mereka akan menyuruh orang menutup mataku, lalu membawaku ke tempat impian yang mereka bangun khusus ini.

Namun, sejak Quinn kembali, kejutan seperti itu tak pernah ada lagi. Kini, semuanya telah menjadi miliknya seorang.
펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
8 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status