Darren begitu murka melihat senyum dinginku sampai tak mampu berkata apa-apa. Rahangnya mengatup keras.Aku menatapnya dengan pandangan meremehkan."Cukup," kataku dingin. "Vincent, antar tamu kita keluar.""Nggak ada yang bisa mengusirku," geram Darren, cengkeramannya menguat. "Kamu ikut denganku."Vincent mengeluarkan pistolnya lagi, larasnya diarahkan tepat ke belakang kepala Darren. "Lepaskan Bu Marina."Antonio, bos Keluarga Romana, ikut berdiri, tangannya bertumpu di pinggang. "Pak, kamu sedang mengancam konsultan kami."Bos-bos keluarga lainnya bangkit serempak. Suasana di ruangan itu langsung dipenuhi niat membunuh.Darren menoleh ke sekeliling lalu menyeringai. "Kalian semua total sekali ya. Akting kalian hampir meyakinkan."Tiba-tiba, dia menarikku kasar ke arah pintu. "Tapi aku nggak percaya."Vincent mengokang pistolnya, tetapi aku mengangkat tangan, menghentikannya. "Biarkan dia mencoba."Darren tersenyum penuh kemenangan. "Aku masih yang paling mengenalmu, Scarlett. Kamu
Read More