Share

Garis Keturunan yang Tercemar
Garis Keturunan yang Tercemar
Author: Shirley

Bab 1

Author: Shirley
Aku sudah memutus semua hubungan demi Darren, tetapi dia malah menyuntikku dengan penekan persalinan berbahaya hanya karena rumor tak berdasar.

Aku bersumpah pada diriku sendiri, saat kebenaran terungkap, dia akan berlutut dan menyesal.

Saat ini, aku terdesak di depan pintu ruang bawah tanah, memukul-mukul kayu ek tebal itu dengan putus asa.

"Darren! Bawa aku ke rumah sakit! Bayinya akan segera lahir!"

Setelah itu, terdengar langkah kaki yang berat dari luar, perlahan semakin dekat. Suara kunci yang diputar menyalakan secercah harapan di dadaku. Ketika pintu terbuka, wajah Darren muncul, dingin dan tanpa ampun.

"Sekarang?" Dia mencibir, matanya tertuju pada gaun tidurku yang basah oleh keringat. "Kamu memang tahu cara memilih waktu."

"Darren ...." Aku terengah. "Aku sudah nggak bisa menahannya lagi ...."

Dia menjambak rambutku, lalu menariknya ke bawah, memaksaku mendongak menatapnya. Gerakannya yang kasar membuat kulit kepalaku terasa sangat perih.

"Anak haram di perutmu itu nggak akan keluar sebelum aku tahu siapa ayah aslinya."

Kata-katanya menghantamku seperti petir. Aku tak percaya dengan apa yang kudengar.

"Kamu gila ya? Ini anakmu!"

Darren mencengkeram daguku, kukunya menusuk dagingku. Rasa sakit membuatku menarik napas tajam.

"Jangan pura-pura polos denganku, Scarlett. Kamu pikir aku nggak tahu hal-hal kotor yang sudah kamu lakukan di belakangku?"

"Aku nggak pernah mengkhianatimu!" Aku menggeleng putus asa, air mata mengalir di pipiku.

Dia melepaskan cengkeramannya dan aku nyaris jatuh. Berat perutku yang besar membuatku sulit menjaga keseimbangan.

"Dokter Russo," panggilnya ke arah lorong.

Seorang pria kurus setengah baya masuk sambil membawa tas medis hitam. Aku mengenalnya. Dia dokter pribadi keluarga yang biasa menangani masalah-masalah kami ... secara diam-diam.

Rasa takut menyelimuti tubuhku.

"Nggak ...." Aku mundur sampai punggungku membentur dinding. Rasa nyeri akibat kontraksi membuatku tidak bisa melarikan diri.

"Bos, agen penunda sudah siap. Ini racikan khusus," kata Dokter Russo sambil membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah suntikan berisi cairan putih susu. Cairan itu berkilau di bawah cahaya.

"Dosisnya?" tanya Darren.

"Cukup untuk menghentikan persalinan selama beberapa jam," jawab sang dokter datar, seolah-olah ini rutinitas. "Tapi efek sampingnya bisa meliputi ...."

"Aku nggak peduli efek sampingnya," sela Darren sambil melambaikan tangan. "Mulai."

Dua pengawal berbaju hitam bergegas masuk. Mereka adalah tangan kanan Darren yang paling dipercaya.

"Lepaskan aku!" Aku meronta liar, kukuku meninggalkan goresan berdarah di lengan mereka.

Salah satu dari mereka mengumpat dan mencengkeram lenganku lebih kuat. Aku bisa merasakan tulang-tulangku berderak di bawah tekanan itu.

"Kamu nggak bisa melakukan ini!" Aku berteriak ke arah Darren. "Aku istrimu! Ini darahmu! Bayi kita bisa mati!"

"Kalau begitu, biarkan saja dia mati," kata Darren, menatapku dari atas. "Anak haram dengan darah tercemar nggak pantas hidup di dunia ini."

Saat jarum menusuk kulitku, rasa panas membakar menjalar di dalam pembuluh darah. Obat itu terasa seperti api cair yang mengalir di tubuhku.

Rasa sakit kontraksi tiba-tiba lenyap, digantikan kebas aneh yang merayap. Tangan dan kakiku terasa berat. Aku hampir tak bisa menggerakkan satu jari pun.

"Bagus." Darren mengangguk puas. "Sekarang dia lebih kooperatif."

Bunyi sepatu hak tinggi bergaung dari lorong. Silvia masuk, wajahnya memancarkan kemenangan yang gila.

"Seharusnya kamu memberinya pelajaran ini sejak lama, Kak," katanya sambil menyentuh tanganku yang terkulai dengan ujung sepatunya. "Pelacur sepertinya cuma membawa aib bagi nama Keluarga Pandita."

Aku mencoba bicara, mencoba melawan, tetapi yang keluar hanyalah rengekan lirih.
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Garis Keturunan yang Tercemar   Bab 13

    EpilogSudut Pandang Darren:Peluru itu menembus dadaku. Darah mengucur deras dari luka itu, mewarnai lantai dengan warna merah. Aku terhempas ke beton dingin, kesadaranku perlahan memudar.Namun anehnya, di saat itu, pikiranku justru terasa sangat jernih. Kabut yang selama ini menyelimuti segalanya lenyap.Akhirnya, aku melihat kebenaran.Scarlett tidak pernah mengkhianatiku. Surat-surat itu, foto-foto itu, semuanya adalah tipu daya Anggi.Akulah orang paling bodoh di dunia.Aku teringat Scarlett saat dia hamil. Dia selalu mengusap perutnya dengan lembut, berbicara pelan pada anak kami."Sayang, Papa bekerja sangat keras, tapi dia sangat mencintai kita. Nanti kalau kamu lahir, kita bertiga akan sangat bahagia."Matanya dipenuhi mimpi tentang masa depan. Bagaimana mungkin aku pernah berpikir bahwa kebahagiaan itu palsu?Aku teringat bagaimana dia bangun di tengah malam untuk membuatkan camilan untukku. Meski sedang hamil dan sulit bergerak, dia tetap bersikeras merawatku."Kamu bekerja

  • Garis Keturunan yang Tercemar   Bab 12

    Malam itu, seluruh bisnis Keluarga Pandita diserang secara bersamaan. Dermaga-dermaga diledakkan, kasino-kasino dihancurkan, dan semua usaha yang biasa membayar uang perlindungan memutuskan hubungan.Darren bersembunyi di sebuah rumah aman, sementara anak buahnya pergi satu per satu, meninggalkannya. Pada akhirnya, hanya sopir setianya, Leo, yang tersisa."Bos, kita harus pergi," desak Leo. "Seluruh orang sedang memburu kita.""Nggak." Darren menggelengkan kepala. "Aku nggak bisa pergi. Aku harus menebus kejahatanku."Dia menatap foto putranya yang telah disobeknya dari laporan DNA. "Aku membunuh anakku, Leo. Aku membunuh satu-satunya darah dagingku."Leo menghela napas. "Bos, Anda ditipu. Tapi saat itu, Nyonya benar-benar putus asa. Dia sangat terluka.""Bukan ditipu. Tapi bodoh." Suara Darren parau. "Kecurigaanku dan ketidakmampuanku sendiri yang menghancurkan segalanya."Menjelang tengah malam, rumah aman itu dikepung. Yang datang bukan polisi, melainkan para pembunuh bayaran dari k

  • Garis Keturunan yang Tercemar   Bab 11

    "Bos Stephan, aku salah. Aku benar-benar salah." Darren berlutut di lantai, suaranya bergetar. Darah menetes dari sudut mulutnya, menodai setelan mahal yang dikenakannya.Stephan menatapnya dingin. "Baru sekarang kamu menyadarinya?""Aku bisa jelaskan ...." Darren mendongak, matanya dipenuhi ketakutan. "Aku nggak tahu kalau Scarlett adalah adikmu.""Kalau aku tahu, aku nggak akan pernah ....""Nggak akan pernah apa?" potongku. "Nggak akan pernah menyuntikkanku racun? Nggak akan pernah mengurungku di ruang bawah tanah sampai mati?"Darren menatapku, secercah harapan muncul di matanya. "Scarlett, kita masih punya perasaan satu sama lain.""Aku mencintaimu. Kamu tahu itu."Aku menyeringai. "Cinta?"Vincent mendekat dan berbisik di telingaku. "Bu, kami mendapat kabar penting."Aku mengangguk dan Vincent mengumumkan dengan suara lantang, "Kekasih Anggi, Carlo Baskara, telah diyakinkan ... untuk berbicara. Dia mengaku semuanya.""Mengaku apa?" Wajah Darren langsung berubah.Aku mengeluarkan

  • Garis Keturunan yang Tercemar   Bab 10

    Darren begitu murka melihat senyum dinginku sampai tak mampu berkata apa-apa. Rahangnya mengatup keras.Aku menatapnya dengan pandangan meremehkan."Cukup," kataku dingin. "Vincent, antar tamu kita keluar.""Nggak ada yang bisa mengusirku," geram Darren, cengkeramannya menguat. "Kamu ikut denganku."Vincent mengeluarkan pistolnya lagi, larasnya diarahkan tepat ke belakang kepala Darren. "Lepaskan Bu Marina."Antonio, bos Keluarga Romana, ikut berdiri, tangannya bertumpu di pinggang. "Pak, kamu sedang mengancam konsultan kami."Bos-bos keluarga lainnya bangkit serempak. Suasana di ruangan itu langsung dipenuhi niat membunuh.Darren menoleh ke sekeliling lalu menyeringai. "Kalian semua total sekali ya. Akting kalian hampir meyakinkan."Tiba-tiba, dia menarikku kasar ke arah pintu. "Tapi aku nggak percaya."Vincent mengokang pistolnya, tetapi aku mengangkat tangan, menghentikannya. "Biarkan dia mencoba."Darren tersenyum penuh kemenangan. "Aku masih yang paling mengenalmu, Scarlett. Kamu

  • Garis Keturunan yang Tercemar   Bab 9

    "Akhirnya aku menemukanmu." Suara Darren menggema di seluruh ruang konferensi.Semua bos mafia seketika menegang, tangan mereka refleks bergerak ke arah senjata di pinggang masing-masing.Darren melangkah masuk dengan langkah lebar, tatapannya terkunci padaku. "Delapan bulan, Scarlett. Kamu bersembunyi dengan sangat rapi."Aku berdiri perlahan, suaraku tetap tenang. "Pak, kamu salah masuk ruangan.""Salah ruangan?" Darren menyeringai sinis. "Nggak. Justru inilah tempat yang seharusnya."Antonio, bos Keluarga Romana, melirik gugup ke arah penyusup itu, lalu ke arahku. "Bu Marina, apakah kami perlu ... membereskan penyusup ini untukmu?"Dahi Darren langsung berkerut saat mendengar sebutan itu. "Bu Marina?" Dia menatap Antonio tajam. "Kamu panggil dia apa?"Menyadari kesalahannya, Antonio buru-buru menutup mulut.Namun, bos keluarga lain sudah lebih dulu berdiri dan membungkuk hormat ke arahku. "Bu Marina, apa sebaiknya kami meninggalkanmu untuk menyelesaikan urusan ini?"Pupil mata Darre

  • Garis Keturunan yang Tercemar   Bab 8

    Aku memilih sebidang makam di sebuah pulau untuk bayi kecilku yang telah meninggal. Pulau itu dikelilingi laut yang tenang, damai, dan terasa bebas.Di sana berdiri sebuah nisan marmer putih yang berukir sebuah kalimat. "Pangeran Kecil Keluarga Marina. Dicintai Selamanya."Aku berlutut di hadapan makam itu, jemariku mengusap pelan batu nisan yang dingin. "Maafkan Mama karena nggak bisa melindungimu," bisikku, air mataku menetes membasahi marmer. "Tapi Mama akan membalaskan dendammu."Sejak saat itu, aku menanggalkan seluruh kepolosanku dan mulai belajar mengelola bisnis keluarga dari kakakku. Aku adalah satu-satunya kerabat yang masih hidup. Suatu hari nanti, masa depan Keluarga Marina akan berada di tanganku.Kini aku tak lagi punya gangguan apa pun. Begitu tubuhku pulih sepenuhnya, aku akan resmi masuk ke lingkaran inti.Stephan adalah guru yang keras. Dia tak pernah mengizinkanku menunjukkan kelemahan. "Emosi adalah belenggu bagi yang lemah. Akal adalah senjata bagi yang kuat." Itu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status