Diandra dan Rieke tidak melanjutkan tidur mereka yang tertunda. Mereka duduk di sofa tanpa berkata-kata, Diandra sudah mulai tenang, Rieke sibuk dengan kukunya. Mbak Kinasih sudah di kamar meneruskan tidurnya ketika Hafid meminta mereka meninggalkan ruang tamu sewaktu pak Mihardo datang ke mess mereka. "Uh... sudah pagi,mau minum kopi? tanya Rieke. "Diandra menengok ke jam dinding,"Baru jam lima pagi, terlalu pagi untuk minum kopi." "Ok. Aku bikin untuk diriku sendiri," ujar Rieke lalu berdiri. "Rieke, bisakah kamu duduk sebentar,aku ...mmm.. mau cerita tentang masa laluku." Rieke menatap wajah Diandra,"Apakah hatimu sudah siap?" Diandra mengangguk,"Satu syarat yang aku minta, biarkan aku mengeluarkan semua luka -luka lama dan aibku , jangan kamu interupsi. Sesudahnya silahkan sikapmu terhadap aku, memakiku tidak bermoral, terserah! " "Ok. Aku siap mendengarkan dan mengunci mulutku rapat -rapat." Ujar Rieke. Diandra duduk tegak, sejenak terdiam, berusaha menata hatiny
閱讀更多