ログインDiandra dianggap rekan kerjanya wanita lajang yang memiliki kehidupan yang sempurna , pekerjaannya sebagai designer perhiasan dengan penampilannya menarik, tetapi sebenarnya Diandra adalah orang yang sangat kesepian. Ia menyimpan rahasia yang takut ia akui, bahkan kepada sahabatnya Denida. Rahasia masa lalunya yang menurutnya sangat memalukan untuk diungkapkan. Untuk menjaga rahasianya agar tidak terbongkar ia berjuang untuk hidup mandiri, mengurangi pergaulan dengan orang-orang bahkan takut jika orang-orang masa lalunya bertemu dengannya dan akan membuka kedok masa lalunya. Dimata rekan kerjanya ,Diandra tampak sempurna . Mereka heran mengapa Diandra tidak tertarik dengan lawan jenisnya hanya tertarik pada karir dan pekerjaannya dan sama sekali tidak tertarik pada hubungan romantis. Latar belakangnya, Diandra memutuskan untuk tidak pernah menikah karena masa lalunya yang kelam Mike berasal dari keluarga tajir. Ia tampak sempurna dari ujung kepala hingga ujung kaki. Postur tubuhnya yang 185 cm, wajahnya yang tampan dan kekayaannya membuat para wanita berebut menjadi kekasihnya. Tekadnya untuk tidak menikah, hidup untuk dirinya sendiri dan perusahaannya, Mike hidup di dua dunia, gemerlap klub malam dan perusahaan. Kesepian dua hati membuat mereka bertemu di klub malam dan mereka melakukan hubungan satu malam. Pertemuan satu malam menimbulkan perubahan besar dalam hidup Diandra dan Mike setelah hubungan yang penuh gairah. dan baru pertama kali Mike merasakan hubungan intim dengan seorang wanita.
もっと見る"Maaf,aku terlalu liar." "Hum, ada masalah di kantor?" tanya Diandra lalu mendesis, menggeliat geli ketika Feliks membersihkan milik Diandra dengan air dingin. "Tidak." "Mengapa kamu sampai diluar kendali? Obrak sana obrik sini seperti ingin mengeluarkan semua beban yang kamu sebut sampah." Feliks menatap Diandra,ada keraguan di matanya. Diandra bisa membaca yang tersirat di mata Feliks. "Kamu anggap aku apa? Hanya tempat kamu membuang sampah masalahmu dengan mengobrak abrik habis tubuhku?" protes Diandra berusaha merapatkan kakinya. "Oma," "Oma memarahi mu?" "Tidak!" "Ahh.. geli," Diandra kembali menggeliat kemudian tangannya meraih tangan Feliks ketika kembali jari Feliks membelai milik Diandra. "Cukup, jangan diterusin, nanti kebablasan." "Kita simpan untuk nanti malam," kata Feliks sambil tersenyum nakal. "Tumpahkan sampah yang masih menyangkut di pikiranmu. Aku hanya mendengarkan,aku tidak punya hak untuk memberi jalan keluar. Feliks merebahkan dirinya d
Kekacauan terjadi di paviliun,raungan ambulans menghentikan aktivitas mereka, semua saling menatap. "Nyonya tua pingsan," "Nyonya tua lagi sarapan sama tuan muda Feliks," "Di paviliun," Beberapa pelayan meninggalkan pekerjaan mereka, berlari kecil ke paviliun. Di pintu mereka dicegat kepala pelayan,"Kembali ke rumah utama! Kalian tidak diperlukan disini." Perintahnya tegas. Di paviliun Javier dan isterinya , Sabina menatap Feliks yang berjuang menyelamatkan nyawa Omanya. Feliks menelentangkan tubuh Oma di lantai, memberikan napas buatan,ketakutan terlihat di wajahnya tapi berusaha tetap tenang. Merasa usaha nya tidak berhasil, Feliks melakukan kompresi dada, menekan dada oma. "Ia takut kalau Oma kesayangannya meninggal, tempat ia berpegang pasti goyah," ejek Sabina. "Ia kembali pada asalnya,sampah haram yang dipungut Oma." Ujar Javier dengan nada mengejek. Dada Feliks bergetar menahan marah mendengar ocehan kedua orang yang seharusnya prihatin melihat Oma pingsan. Tenaga med
Sesampai di basement apartemen, Feliks mengirim pesan ke Oma. [Maaf Oma saya tidak kabarin ke Oma saya naik gunung. Pikiran sedang kacau dengan banyaknya masalah di perusahaan, perlu healing agar balik ke Jakarta pikiran dan badan bisa fresh] [Saya sudah balik ke Jakarta] Tidak ada tanggapan. Feliks menunggu sepuluh menit,'Mungkin Oma sudah istirahat,'batinnya melirik jam tangan,'lima menit lagi jam sepuluh.' batinnya lagi. Ting! [Besok pagi sarapan di rumah besar] Feliks menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lampiaskan kekesalannya. [Baik Oma.] Dengan lesu Feliks keluar dari mobil, melangkah gontai menuju ke lift. 'Besok pagi harus tetap siaga menghadapi Oma yang akan mencecar dengan berbagai pertanyaan, mulai dengan siapa naik gunung,kamu simpan dimana bocah simpananmu , bagaimana kasus teror....' "Belum menghadapi Oma aku sudah capek!" gerutu Feliks keluar lift, menekan nomor sandi, pintu terbuka. Di kamar tidur, Diandra sudah tidur, tubuhnya tertelungkup di atas
Semua ada waktunya, romantic geetaway mereka telah selesai. Liburan romantis penuh keintiman selama di villa L'amour berakhir di Minggu pagi,ada keengganan mereka meninggalkan villa. "Hari ini kita balik ke Jakarta?" tanya Diandra tetap membaringkan tubuhnya di ranjang. "Besok aku harus ke kantor," "Aku sendiri lagi di apartemen, sepi tidak ada suara burung di pagi hari, tidak ada suara jangkrik dan kodok, di malam hari,sepihh." " Akupun ingin selalu dekat, memeluk tubuhmu yang mungil,tapi perusahaan menungguku." "Aku kembali dengan temanku yang beberapa hari aku cuekin." "Siapa teman mu?" Tanya Feliks ada seringai cemburu di wajahnya. "G.Novel dan Drakor." "Mereka juga merindukan mu. Ayo, bangun. Kita mandi bareng," "Malas." Feliks duduk di pinggir ranjang, menarik selimut dari tubuh Diandra, tubuh Diandra langsung meringkuk kedinginan. Mengangkat,menggendongnya paksa menuju ke kamar mandi. "Kita menghindari kemacetan di Bogor, kalau terjebak macet kita tiba subu
Mobil berhenti di basement posisi parkir khusus untuk penghuni VVIP, Feliks turun langsung masuk ke dalam ruangan lift, tersenyum sejenak ketika bayangan Diandra menari-nari di pelupuk matanya, melepaskan topeng yang dipakainya jika berinteraksi di luar,wajah dingin, arogan, sombong langsung sirna d
Pikiran Oom Feliks yang sedang melayang ketika sedang mencari cinta pertamanya dikejutkan dengan suara pak Tikno. "Tuan, saya akan membersihkan ruang kerja," "Silahkan. Kalau sudah selesai. Tutup pintunya,"kata Oom Feliks, membuka laci meja kerjanya mengambil segompok uang memberikan ke pak Tikno
Saat memasuki ruang kerjanya,mata Oom Feliks langsung tertuju ke kursi kerjanya, tempat ia dan Diandra memuaskan keinginan liar mereka. Diandra duduk di atas pangkuan Oom Feliks, posisi yang sangat disukai Oom Feliks benar-benar membuatnya kehilangan kewarasan, miliknya bisa masuk ke pusat terdalam
Oom Feliks yang merebahkan dirinya di sofa langsung berdiri, Diandra menghambur , mereka saling memeluk. “Aku merindukan daddy.” “Daddy juga sangat merindukanmu.” “Mengapa daddy tidak ke apartemen?” “Katanya ingin melihat kantor daddy,” “Humm.. kantornya indah dan elegan, seperti pemiliknya.”






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.