Di dalam kamar tidur nya,Diandra menatap baby boy yang menangis kedua tangan mungilnya memegang erat-erat pesawat tempur.Untuk menenangkan dirinya karena stres menghadapi baby boy yang terus menangis Diandra menyilangkan tangan di dada dengan ujung jari menepuk-nepuk bahu secara bergantian. "Baby kemari," ujar Diandra. Bukannya maju ke arah Diandra, baby boy malah mundur tangisnya semakin besar tangan mungilnya memegang erat-erat pesawat tempur takut diambil dari tangannya. "Mommy mau memeluk baby boy." ujar Diandra . "Ndak mau, nanti mommy ambil pecawat tempul baby," Diandra tersenyum kecil mendengar perkataan baby boy, lalu mengulurkan tangannya,"Kemari, mommy mau peluk dan minta maaf," Baby boy terlihat ragu-ragu, menatap Diandra yang semula terlihat marah dengan tatapan mata tajam berangsur-angsur mulai melunak, wajah Diandra menjadi lebih lembut. "Mommy tidak malah sama baby?" tanya baby boy menatap wajah Diandra. "Mommy tidak marah, mommy mau minta maaf," Terdengar helaa
اقرأ المزيد