Kalimat Selena menggantung di udara seperti pisau yang belum jatuh, tetapi sudah cukup membuat kulit Natasha meremang.Aku datang membawa masa lalu yang selama ini dikubur.Natasha menatap wanita itu tanpa berkedip. Ada sesuatu pada sorot mata Selena seperti sesuatu yang terlalu yakin, terlalu puas, seolah ia benar-benar memegang kartu kemenangan.Henry berdiri di sisi Natasha dengan bahu menegang.Ia tidak menyukai permainan semacam ini.Terlebih ketika lawannya sengaja menebar ancaman tanpa menjelaskan apa-apa.“Aku benci orang yang berbicara setengah-setengah,” ujar Henry dingin. “Kalau ada yang ingin kau katakan, katakan sekarang.”Selena tersenyum tipis.“Aku suka pria tegas.”Natasha spontan menoleh kesal, tetapi Henry bahkan tidak melirik Selena.Tatapannya lurus.Tajam.Selena akhirnya menghela napas kecil dan duduk kembali.“Baik. Kita mulai dari bisnis.”Ayah Selena, Marco Morenzo, mendorong sebuah map hitam ke atas meja.Henry membukanya.Natasha ikut mencondongkan tubuh.D
Last Updated : 2026-04-28 Read more