Malam terakhir sebelum penobatan adalah malam yang paling sunyi, namun paling berisik di dalam benak mereka yang menghuni Istana Timur. Salju telah berhenti turun, menyisakan hamparan putih yang membeku di bawah sinar rembulan yang pucat. Di dalam paviliun utama, lilin-lilin raksasa menyala terang, memantulkan cahaya pada sebuah jubah kebesaran yang tersampir di atas manekin kayu.Jubah itu berwarna kuning cerah, dengan sulaman naga emas yang seolah-olah hidup, meliuk-liuk di antara awan-awan merah. Zhao Feng berdiri di depannya, jemarinya mengusap kain sutra yang halus itu dengan penuh pemujaan. Matanya berkilat, memantulkan ambisi yang selama ini ia pendam di bawah bayang-bayang ayahnya.Li Lian berdiri beberapa langkah di belakangnya, memperhatikan punggung pria itu yang tampak begitu angkuh. "Apakah Yang Mulia merasa lega sekarang? Besok, seluruh negeri ini akan berada di bawah kaki Anda," suara Li Lian memecah keheningan, datar namun mengandung getaran yang sulit diartikan.Z
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-09 อ่านเพิ่มเติม