Aroma obat-obatan dan keringat dingin Li Lian seolah masih menempel di ujung jubah Chen Xu, bahkan ketika ia sudah berdiri di tengah kemegahan Aula Utama. Bayangan mata wanita itu yang basah dan penuh kebingungan saat menanyakan soal "mimpi buruknya" terus berputar di kepalanya, menciptakan denyut aneh di dadanya yang tak kunjung reda.Namun, di ruangan ini, tidak ada tempat untuk sentimen pribadi. Di depannya, Kaisar duduk dengan wibawa yang menekan, didampingi Ibu Suri yang menatapnya dengan senyum tipis yang sulit diartikan. Di sudut lain, Putri Agung berdiri dengan dagu terangkat, meski sorot matanya yang sembab tak bisa menyembunyikan amarah yang masih membara."Hormat saya kepada Yang Mulia Kaisar dan Ibu Suri," Chen Xu membungkuk, suaranya terdengar datar dan profesional, sangat kontras dengan bisikan lembut yang ia berikan pada Li Lian semalam."Bangunlah, Jenderal," Ibu Suri membuka suara lebih dulu. Suaranya tenang, namun tajam. "Bagaimana kesehatanmu? Tabib istana melapor
Last Updated : 2026-02-09 Read more