“Dasar mesum!” hardik Ryn refleks. Tangannya langsung berhenti, lalu dia menjauhkan diri sedikit, menatap Kylar dengan ekspresi setengah kesal, setengah tidak percaya.Kylar memiringkan kepala di atas bantal, menatap Ryn dengan ekspresi yang justru terlalu santai untuk ukuran orang yang baru saja ditegur seperti itu.“Kalau mau dibahas secara seksologi, itu nggak sesederhana ‘mesum’ sih,” ucap Kylar pelan, nadanya turun, tidak lagi bercanda, tapi juga tidak sepenuhnya serius.Ryn mengernyit, jelas tidak menyangka arah pembicaraan berubah seperti ini.Kylar melanjutkan, matanya tetap menatap Ryn, tapi kali ini lebih dalam, lebih tenang.“Dalam hubungan suami-istri, kedekatan fisik itu bukan cuma soal keinginan,” kata Kylar perlahan. “Iya, ada sisi biologisnya itu normal. Tapi yang sering orang lupa, ada sisi emosionalnya juga.”Ryn diam, tidak menyela. Hanya mendengarkan, walaupun wajahnya masih menunjukkan sisa-sisa skeptis.“Buat laki-laki,” lanjut Kylar, suaranya tetap rendah, “hal k
Baca selengkapnya