“Ih … malu banget ditanya gitu,” keluh Ryn, walaupun sudut bibirnya tidak bisa benar-benar menahan senyum.“Ditanya gitu malu, disuruh buka baju nggak,” balas Kylar cepat, nada suaranya santai tapi jelas sengaja memancing.Ryn langsung menoleh, menatapnya tajam dengan pipi yang sudah lebih dulu memerah. “Itu beda!” bantahnya cepat.“Bedanya di mana?” tanya Kylar ringan, alisnya terangkat sedikit, jelas menikmati setiap detik reaksi istrinya.Ryn membuka mulut, siap membalas, tapi tidak ada kata yang benar-benar keluar. Dia hanya mendengus pelan, lalu memalingkan wajah, semakin salah tingkah sendiri.Melihat itu, senyum tipis kembali muncul di bibir Kylar. Dia tidak mengejar jawaban lagi, tangannya justru kembali bergerak, mengusap bahu Ryn dengan lebih pelan. Sentuhannya tidak tergesa, seolah sengaja memperpanjang momen.Dan entah bagaimana, di tengah uap air hangat yang memenuhi ruangan, di antara godaan kecil dan protes setengah hati itu, suasana yang tadi sempat berat perlahan berub
Mehr lesen