“Wah, wangi banget. Kamu masak apa, Sayang?”Kylar muncul di ambang pintu dapur dengan pakaian yang sudah rapi untuk perjalanan. Koper dan tas kerjanya sudah menunggu di dekat pintu depan, semua berkas untuk Paris juga sudah selesai disiapkan.Dia sengaja mengambil penerbangan tengah malam agar masih bisa makan malam bersama keluarga sebelum berangkat, tetapi begitu mencium aroma masakan dari dapur, bukannya langsung duduk, Kylar malah berjalan mendekati istrinya.“Ada sop iga, ayam bakar, tumis buncis, sama capcay. Masih ada beberapa lauk lagi yang tinggal dipanasin.” Ryn yang sedang mengaduk sop menoleh sebentar. “Duduk dulu, Mas. Bentar lagi ini matang.”Bukannya menurut, Kylar malah berdiri tepat di belakangnya. Kedua lengannya melingkari pinggang Ryn, menarik tubuh istrinya mendekat sebelum dagunya bertumpu di bahu Ryn. Dia menghirup aroma rambut dan leher istrinya yang terikat tinggi, lalu mengecup sisi leher yang terbuka.Ryn yang sedang memegang spatula langsung terkikik geli.
Read more