“Sayang, udah siap?”Kylar yang berdiri di dekat meja rias bertanya sambil menggendong Aurea. Bayi perempuan itu tampak nyaman dalam dekapan ayahnya, sesekali menggerakkan kaki mungilnya di balik selimut tipis.Sementara itu, Ryn masih sibuk merapikan riasan di depan cermin, memastikan tak ada yang tertinggal sebelum mereka berangkat ke bandara.Setelah melalui beberapa hari yang melelahkan, akhirnya Kylar menyetujui keputusan istrinya untuk kembali ke Jakarta bersama anak-anak.Mungkin, ini jalan terbaik.“Bentar lagi beres, Mas.” Ryn memeriksa penampilannya sekali lagi sebelum berbalik. “Barang-barang udah turun semua, ‘kan? Anak-anak di mana? Maaf, ya, aku jadi nyusahin.”“Udah, semuanya beres dari semalam. Koper udah dibawa ke bawah, anak-anak juga lagi nunggu di sana.” Kylar mendekat sambil mengayun Aurea pelan. “Terus, soal nyusahin, kamu nggak perlu minta maaf. Aku rela kamu susahin. Kalau bukan aku, memangnya kamu mau nyusahin siapa?”Ryn terkekeh, lalu menghampiri suaminya un
Read more