“Nggak ada yang berani macam-macam, orang aku dikawal empat bodyguard, kok,” pangkas Ryn sebelum suaminya sempat menyelesaikan ancaman.“Ya, aku tahu!” Kylar mengangguk cepat. “Dan aku bersyukur kamu bawa pengawal. Tapi kenapa kamu nggak bilang sama aku dari awal? Kenapa aku harus tahu dari Naufal setelah kamu hampir dicekik orang?”Ryn membuka mulut, lalu menutupnya lagi. Oke, poin itu memang agak sulit dibantah. Namun, mengingat siapa suaminya, dia merasa keputusan untuk tidak memberi tahu Kylar sejak awal merupakan langkah strategis yang cukup masuk akal.“Aku takut kamu nggak ngizinin.”“Ya jelas aku nggak ngizinin kamu pergi ke klub buat ketemu Jihan sendirian!”“Lah, aku nggak sendirian!”“Udah aku bilang, bukan itu poinnya, Sayang!”Ryn meringis, sedangkan Kylar menjatuhkan kepala ke sandaran ranjang sambil mengembuskan napas panjang.Menghadapi istrinya dari jarak ribuan kilometer ternyata membutuhkan kesabaran setara mengelola perusahaan multinasional, ditambah kemampuan negos
Read more