Madeleine melangkah berdampingan dengan Lucas menyusuri lorong marmer dengan cahaya menembus jendela besar sepanjang lorong. "Kau tidak perlu mengantarku," kata Madeleine, memecah keheningan."Aku harus melakukannya," jawab Lucas singkat.Tatapan Madeleine jatuh pada tangan mereka yang masih saling bertaut. Genggaman itu masih sama seperti kemarin, hangat, penuh kehati-hatian, dan tak pernah terlalu erat.Seolah ia takut memberi tekanan yang berlebihan.Pemandangan itu membuat sudut bibir Madeleine terangkat tipis. Mungkinkah Lucas masih mengkhawatirkan bekas luka di pergelangan dan punggung tangannya?Tanpa berkata apa-apa, Madeleine justru mempererat genggamannya, membalas sentuhan itu dengan keyakinan yang lebih tegas."Baiklah," ujarnya pelan. "Jadikan aku tanggung jawabmu."Lucas menoleh sekilas ke arah tautan tangan mereka, lalu menatapnya."Kau selalu menjadi tanggung jawabku."Jawaban itu diucapkan nyaris berbisik.Madeleine kembali memandang ke depan, tetapi pikirannya terus
Last Updated : 2026-07-26 Read more