“Kamu benar-benar tidak bisa diam.” Lagi-lagi suara Elvano penuh penekanan. Senyum Aldo melebar, tetapi setelahnya dia melipat rapat bibirnya.“Jika kamu masih terus banyak bicara, aku tidak akan menerima kerjasama dari keluargamu.”Mendengar nada suara Elvano yang penuh penekanan, napas Aldo berembus pelan. “Baiklah, baiklah, kamu bosnya, aku bisa apa? Aku diam, jadi sekarang, bisa kita bahas bisnisnya sekarang?”Senyum Aldo melebar setelah bicara, sebelum kembali menyampaikan rencana kerjasama yang ditawarkannya.Setelah Aldo pergi. Elvano duduk dengan tatapan datar yang menerawang lurus ke depan. Wajahnya tenang, tetapi kepalanya begitu berisik, sampai membuatnya tak bisa fokus bekerja.Tepat saat itu, ketukan terdengar sebelum pintu ruangan terbuka. Kiran masuk ke dalam membawa berkas untuk Elvano.“Pak, berkas ini butuh tandatangan Anda.” Kiran meletakkan beberapa stopmap di meja. “Lalu siang ini, Anda ada rapat dengan tim marketing.”Tatapan Elvano tak teralihkan dari Kiran. B
続きを読む