Kiran dan Sabrina berada di dalam lift setelah mereka selesai makan siang.“Soal sekretarisnya itu, lebih baik kamu hati-hati ya, Kiran. Dengar-dengar pamannya salah satu direktur di sini, makanya dia bisa semena-mena sampai berniat memfitnahmu.” Wajah Sabrina begitu cemas ketika menoleh pada Kiran. “Tapi, kenapa dia benci sekali padamu?”Kiran melipat bibir. Dia tidak mungkin bilang kalau Dania sepertinya menyukai Elvano dan menganggap Kiran saingan.Kiran tersenyum kecil. “Kamu tenang saja. Meski dia berusaha memfitnahku, selama aku tidak salah, aku pasti bisa menghadapinya.”Sabrina mengangguk.Ketika pintu lift terbuka di divisi Sabrina bekerja, Kiran melambaikan tangan ke sahabatnya yang keluar lebih dulu.Tubuh Kiran menegak saat pintu lift kembali menutup, dia mengembuskan napas kasar. Benar kata Sabrina, dia harus lebih waspada. Dania sepertinya terancam dengan keberadaan Kiran. Terbukti dengan semua tindakan Dania yang tak masuk akal untuk menyudutkan Kiran.‘Suka sama El ya,
続きを読む